Tidak Semua Isi Berita Press Release itu Benar, Waspadalah !

41515cacbaebb499665550ab81c9170e_press-release


Jadi inget saat ngikutin "kuliah"nya dari Chief Editor Detikcom Arifin Asydhad beberapa waktu lalu di UGM di acara Ngopi Bareng detikInet.


Selama dirinya jadi Chief Editor Detik.com, Arifin menyatakan jika dirinya paling males kalau nerima kiriman berupa Press Release.



Pertimbanganya sederhana, Press Release itu yang bikin bukan wartawan sehingga sangat mungkin isi di dalamnya bisa berisi kebohongan yang pointnya hanya membuat promosi perusahaan atau lembaga.

Mungkin untuk sedikit memahami terkait dengan pengertian Press Release, disini ingin saya sedikit jelaskan tentang pengertian Press Release menurut Ali (1995) yang mengartikan bahwa press release yaitu sebuah berita yang disusun oleh sebuah organisasi yang menggambarkan kegiatannya, yang kemudian dikirimkan kepada media untuk dapat disiarkan melalui media tersebut.


Media yang dimaksud dalam kegiatan press release adalah media massa yang meliputi media massa cetak, yaitu surat kabar dan majalah, serta media massa noncetak yang meliputi TV, radio dan film.


Dari penjelasan tersebut tentunya kita bisa memahami seperti apa Press Release itu.


Pada prinsipnya memang masyarakat tidak perlu takut dan khawatir jika press release yang dibuat oleh suatu organisasi atau kelompok tertentu itu benar dan bisa dipertanggungjawabkan.


Namun yang sangat menakutkan dan mengkhawatirkan jika press release itu dibuat oleh sebuah organisasi atau lembaga yang korup, aktivitasnya hanya memanfaatkan masyarakat untuk dijadikan obyek meraih keuntungan bahkan menipu warga, tapi kemudian dalam press release dibuat dengan bahasa yang indah dan mengharu biru yang seolah-olah lembaga atau organisasi tersebut sangat baik dan mengutamakan kepentingan masyarakat.


Jika itu terjadi dan kemudian terbaca, maka tentunya itu sangat berbahaya dan press release yang seperti itu bisa membohongi publik.


Terlebih saat ini tidak sedikit lembaga atau organisasi sering melakukan press release dan publikasi diberbagai media yang tujuan mereka hanya satu, supaya organisasi dan lembaga mereka dapat dana yang banyak dari sponsor.


Jika nantinya dana-dana sponsor tersebut benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat mungkin tidak masalah dan itu tetaplah baik.


Tapi yang berbahaya ketika dana yang seharusnya untuk masyarakat tapi justru hanya dinikmati oleh organisasi atau lembaga tersebut saja. Ini tentunya termat sangat meresahkan masyarakat.


Saya sendiri pernah menyaksikan sendiri secara langsung bagaimana sebuah lembaga yang seharusnya menyalurkan dana dari sponsor secara utuh akan tetapi saat diserahkan kepada masyarakat jumlahnya justru teramat sangat sedikit dari yang seharusnya.


Dari peristiwa tersebut tentunya sebagai warga dan masyarakat yang kritis harus tetap waspada ketika kita membaca sebuah press release dari sebuah lembaga atau organisasi.


Hal tersebut dikarenakan yang namanya press release bukanlah produk wartawan sehingga bisa saja isi tulisanya berisi kebohongan.


Kita harus lebih hati-hati karena terkadang masih ada oknum jurnalis yang mereka hanya mencari keuntungan saja sehingga kadang menerima press release yang belum tentu terbukti kebenaranya.


Selain press release ada juga berita yang ditulis oleh seorang wartawan yang wartawan tersebut memiliki kedekatan dengan pemilik organisasi atau lembaga tersebut.


Maksudnya begini, karena pimpinan atau staff dari sebuah lembaga atau organisasi tersebut memiliki teman dekat atau memang direncanakan untuk bisa dekat dengan wartawan, maka si pemilik lembaga atau organisasi mereka meminta bantuan supaya wartawan tersebut bersedia membuat pemberitaan yang terkait dengan lembaga atau organisasinya.


Sehingga karena alasan kedekatan antara wartawan tersebut dengan pemilik lembaga tersebut, maka tulisan yang dibuat oleh wartawan tersebut tentunya hanya tergantung pada pemikiran "Subyektif" dari wartawan tersebut yang sudah pasti akan melhat kebaikanya saja tanpa berbuat kritis untuk membongkar dan mencari tahu dibalik pemberitaan positif tersebut.


Melalui tulisan ini saya menekankan kepedulian warga termasuk para bloger untuk bersikap kritis dan kritis serta ikut mengawasi jika di sekitar kita ada sebuah program yang dikelola dari sebuah lembaga (LSM), jangan langsung percaya dengan kebaikanya saja tapi juga cari tahu seberapa transparan lembaga tersebut dalam membuat sebuah program.


Jangan sampai kita sebagai warga hanya dijadikan obyek oleh sebuah lembaga yang mereka hanya mencari keuntungan saja. Karena yang namanya lembaga pastinya akan membungkus keberadaan mereka dengan image yang sebaik-baiknya. Tapi terkadang didalamnya bobrok dan berbau busuk karena kelicikan mereka.


Tapi melalui tulisan ini saya juga ingin menekankan bahwa di Indonesia juga masih banyak lembaga yang memang benar-benar bekerja untuk masyarakat dan tidak korup dalam mengelola anggaran yang seharusnya memang untuk masyarakat.


Setelah membaca tulisan saya ini, saya hanya mengajak, jadilah pembaca yang kritis sehingga ketika menerima informasi yang buruk atau baik jangan langsung "dimakan mentah-mentah", cari tahu apakah informasi tersebut benar atau hanya pencitraan saja.


Jika kita sebagai warga membaca pemberitaan press release terkait dengan sebuah organisasi dan lembaga atau yang lainya, tetap waspada dan jangan langsung mudah percaya, karena bisa saja press release yang kita baca justru penuh dengan rekayasa yang hanya mencari keuntungan dan pencitraan saja padahal didalamnya penuh dengan korup dan tipudaya.


ilustrasi gambar | brownsteinegusa.com

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.