Banyaknya Iklan Caleg yang Mengganggu Pandangan : Siapa Lagi Sih Lo?

c8caba2f544bbf406948b40a15a5ff3a_caleg-pemilu-2014


Beberapa saat yang lalu di tahun 2009 saya sudah pernah menulis sebuah artikel saya berjudul "Siapa Sich Lo?" yang pada point besarnya ingin mengatakan Jika saya sama sekali tidak ada yang kenal dengan calon wakil rakyat saya saat itu.


Sekarang ini ternyata sudah jelang pemilu lagi. Itu artinya para caleg dalam melakukan promosinya ternyata masih saja sama. Memasang foto, spanduk, dan lain-lainya yang menurut saya itu sama sekali tidak bermutu.


Jangankan hanya iklan-iklan yang cuman pamer foto dan nama lengkap dengan gelar mereka saja, Ada loch, sebuah iklan yang begitu gagah dan sangat tegas mempromosikan dengan mengatakan anti korupsi saja, pada kenyataanya terbukti korupsi. Bagaimana mungkin yang hanya modal pasang foto dan nama saja kemudian saya bisa tertarik memilih anda? Kalau menurut saya ini sangat lucu dan teramat sangat konyol dan tegas saya katakan menurut saya pribadi itu sangat tidak mencerdaskan.


Anda masih ingat dengan iklan partai demokrat tentang sebuah gerakan yang menyebutkan, "Katakan TIDAK untuk Korupsi". Sebuah iklan yang ternyata entah diakui atau tidak, yang jelas di Pemilu yang lalu Demokrat berhasil menang.


Walaupun sekarang ternyata dari para artis-artis dari iklan tersebut ternyata harus dijadikan tersangka kasus Korupsi dan ada juga yang sudah divonis dan terbukti korupsi. Sebuah kondisi yang sangat membuat kita miris tentunya.


Sebenarnya iklan seperti apa yang memang bisa mempengaruhi banyak masyarakat untuk memilih ?


Dengan berbagai karakter orang Indonesia, memang akan sulit untuk menganalisanya. Namun saat ini secara garis besar sebenarnya jika saya melihat ketika ngobrol dengan berbagai karakter orang pada prinsipnya hanya ingin mencari wakil rakyat dan calon presiden yang sudah menunjukan kinerja berupa bukti.


Tapi hal ini tentunya sangat sulit karena hampir semua yang saya lihat hampir semua wakil rakyat khususnya di daerah pemilihan saya, Sama sekali tidak ada satupun saya melihat apalagi kenal dengan wakil rakyat saya nantinya.


Jadi kalau untuk saya pribadi, pemilihan umum khususnya untuk memilih wakil rakyat itu lebih kepada "adu nasib dan lotre".


Maksud saya sudah sangat jelas, karena kenyataanya saya tidak ada yang kenal apalagi sampai tahu karya dari para calon wakil rakyat, maka jika saya tetap nekat memilih, maka bisa dipastikan itu sama saja mengadu nasib bukan?


Jika pada posisi seperti saya kemudian ada yang kemudian mengatakan, "Harusnya anda memilih sesuai dengan Hati dan Nurani Anda", Maka orang yang mengatakan seperti itu aku anggap tidak faham.


Untuk yang mengatakan seperti itu, saya tanya, Bagaimana caranya ketika sudah jelas-jelas saya tidak ada yang kenal dan tahu para calon wakil rakyat di daerah saya akan tetapi kemudian saya disuruh memilih sesuai hati Nurani?


Emangnya melalui penampilan di foto mereka? melalui poster-poster di pinggir jalan yang hanya mencantumkan nama dan foto mereka dengan ucapan janji tidak bermutu itu? atau saya harus menentukan pilihan saya berdasarkan senyuman dari para calon itu untuk supaya saya bisa memilih sesuai dengan hati nurani?


Jika beberapa diantara caleg yang dalam memasang iklan di poster mencantumkan alamat facebook, twitter, bahkan blog atau website pribadi mereka, mungkin masih mending karena saya bisa melihat kinerjanya mereka sekaligus karya apa yang sudah mereka perbuat sehingga berani mencalonkan diri jadi wakil rakyat.


Tapi walaupun begitu, dalam penulisan web, blog dan jejaring social itupun sangat mudah untuk dimanipulasi dan dipoles yang sudah pasti intinya hanya membanggakan diri mereka sendiri.


Sehingga sebenarnya, walau pemilu sudah sebentar lagi digelar, hingga detik ini jujur saya masih belum ada calon wakil rakyat yang sudah saya kenal karya dan kinerja mereka.


Jika hanya mau pamer wajah dan nama serta gelar melalui poster di pinggir jalan yang menganggu pemandangan kemudian ingin mencalonkan diri jadi wakil rakyat, Kok enak bener kalian ini.


Dengan cara begitu sangat menunjukan dan memberikan bukti bahwa mereka yang punya banyak duitlah yang sudah pasti akan lebih terkenal.


Tapi tidak bagi saya karena jika cara anda masih seperti itu dalam membuat iklan dan pencitraan, maka sekali lagi saya masih akan katakan, Siapa Sih Lo?


Sedikit memberikan saran dan masukan serta sedikit sebuah pertanyaan, Jika saya sebagai orang biasa, maka yang saya inginkan adalah seorang Presiden atau wakil rakyat yang bisa seperti Presiden Uruguay, Jose Mujica.


Untuk anda yang belum tahu kisah sang Presiden tersebut, silahkan anda baca ceritanya DISINI.


Jika sudah membacanya, apakah anda memiliki pendapat yang sama dengan saya, bahwa sosok seeprti Jose Mujicalah yang dirindukan oleh rakyat Indonesia?

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.