"Sudutkan" Jokowi soal Kemacetan di Jakarta, SBY Dikecam

afcdf6cadd286463d8bc0d3244fd3ca0_sby-dikecam


Memang semakin aneh opini dari para politikus-politikus negeri ini termasuk pendapat SBY terkait kemacetan di Jakarta yang seolah melempar sebagai tanggungjawab Gubernur semata.


Seolah SBY lupa dengan kebijakan pusat terkait mengeluarkan kebijakan mobil murah yang teramat sangat dipastikan menjadi penyebab untuk menambahkan kemacetan di Jakarta.


Setelah mengeluarkan kebijakan yang sudah dipastikan bisa menambah kemacetan di Jakarta dengan kebijakan mobil murah, kini tiba-tiba SBY berani bilang jika kemacetan di Jakarta itu kewajiban Gubernur.


Dengan pernyataan opini SBY tersebut, tidak heran diberbagai group, forum, dan jejaring social facebook dan twitter SBY banyak dikecam.


Kecaman tersebut tentunya dianggap sebagian besar orang sangat wajar, hal ini dikarenakan terkait kemacetan di Jakarta bukan saja tanggungjawab Gubernur saja melainkan juga tanggungjawab pemerintah pusat. Hal ini dikarenakan Jakarta sebagai pusat ibu kota negara.


Tanggungjawab bersama yang dimaksud tentunya tanggungjawab untuk membuat kebijakan yang sama-sama saling menguatkan untuk mengatasi kemacetan di Jakarta.


Kebijakan-kebijakan yang paling sederhana dan dinilai bisa membantu untuk mengurangi kemacetan di Jakarta yaitu terkait dengan kebijakan perbaikan dan penambahan fasilitas transportasi umum.


Perbaikan dan penambahan fasilitas transportasi umum bisa dilakukan dengan mengganti angkot yang sudah tidak layak pakai mengganti dengan angkot yang baru dengan fasilitas yang nyaman sehingga masyarakat akan lebih memilih menggunakan transportasi umum.


Penambahan jumlah Bus TransJakarta juga harus terus dilakukan untuk mempermudah masyarakat umum dalam menikmati bus yang seharusnya bebas dari hambatan ini.


Selain memberikan perbaikan dan penambahan fasilitas transportasi umum, infrastruktur jalan juga harus terus dilakukan.


Program-program tersebut diatas harusnya dilakukan bersama-sama antara pemerintah propinsi DKI Jakarta bersama dengan pemerintah pusat supaya semua berjalan dengan lancar.


Jangan malah saling menyalahkan dan saling lempar tanggungjawab karena selain itu menunjukan wujud tidaktanggunjawabnya seorang pemimpin tapi juga yang pasti akan memperburuk citra anda sebagai pemimpin.


Jadi untuk mewujudkan Jakarta yang bebas dari macet, semua harus saling bekerja sama. Kerjasama tersebut harus dilakukan oleh pemerintah Propinsi bekerjasama dengan pemerintah pusat dan juga harus melibatkan masyarakat luas.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.