Senyum Para Koruptor Bukti Mereka Sakit Kejiwaan?

8b6e15ab0d63c7e50b686a1d178c08de_senyum-para-koruptor


Waktu saya kehilangan laptop di kontrakan saya, pelaku yang saya curigai sebagai pelaku pencurian pada awalnya tidak mengaku dan tetap mencoba tetap tenang. Tapi dari hasil penyelidikan saya dan teman-teman kost yang lain, bukti dan saksi mengarah ke anak yang saya curigai tersebut.


Akhirnya selang beberapa minggu teman satu kontrakanku juga kehilangan motor, dan ada saksi bahwa anak yang saya curigailah yang melakukan pencurian tersebut.


Akhirnya karena sudah tertangkap tangan ada saksi yang melihat, si pelaku pencuri tersebut dikejar oleh polisi dan tertangkap. Setelah tertangkap akhirnya si pencuri tersebut juga mengaku jika dialah yang mencuri laptopku juga.


Saat saya melihat langsung si pencuri tersebut dipenjara, yang saya lihat hanya muka sedih dan rasa sesal yang teramat sangat. Bahkan si pencuri tersebut sampai menangis menahan malu dan meminta maaf atas perilakunya.


Pengalaman saya tersebut diatas saat melihat pelaku pencuri yang hanya mencuri laptop dan motor sudah begitu merasa bersalah dan merasa malu yang teramat sangat.


Sungguh teramat sangat berbeda dengan para koruptor yang sudah jelas-jelas terbukti dan bahkan sebagian sudah di vonis dengan berbagai alat bukti dan saksi, tapi anehnya yang kita lihat justru mereka para koruptor tetap tersenyum dengan anggun dan penuh percaya diri tanpa terlihat sama sekali raut wajah penyesalan apalagi malu.


Sebuah kondisi yang membuat kita gregetan, marah, dan serasa ingin nonjok muka mereka saat tersenyum.


Bagaimana mungkin kita tidak gregetan, para koruptor tersebut sudah jelas-jelas mencuri uang rakyat hingga milyaran, tapi yang mereka lakukan justru tetap menyebar senyuman dan sama sekali tidak ada rasa penyesalan.


Mungkin kedepan pejabat-pejabat di negeri ini selain di test kesehatan tapi juga harus di test kejiwaan mereka. Takutnya para pejabat di negeri ini memang sudah menjadi pribadi-pribadi yang sudah anti terhadap sosial sehingga perilaku mereka sudah tidak memiliki rasa malu apalagi sikap rasa penyesalan saat melakukan sebuah kejahatan.


Saya bukan ahli dalam bidang kejiwaan, tapi saya tahu jika seseorang sudah jelas-jelas bersalah, secara logika berfikir saya pasti jika orang tersebut normal, dia akan merasa bersalah dan malu karena sudah melakukan kesalahan.


Tapi jika seseorang sudah jelas-jelas terbukti bersalah tapi kemudian tetap bisa tersenyum dan tidak menyesali atas kesalahanya serta tetap tidak merasa bersalah , bukankah itu berarti orang tersebut bisa dikatakan jika dalam kejiwaan mereka ada yang tidak normal dan bermasalah?


Dan pendapat saya tersebut diatas ternyata pernah dikatakan oleh seorang ahli bernama Efnie Indrianie, MPsi yang mengatakan,




"Orang yang psikopat itu tidak punya rasa bersalah sama sekali dan penilaian moralnya sudah tidak ada, karena itu dia enjoy saja melakukannya," dikutip dari detikHealth dalam judul tulisan "Sudah Salah Tapi Tidak Merasa Salah Adalah Ciri Psikopat" (Senin, 28/03/2011 17:01 WIB).



Dari data tersebut diatas tentunya kita berharap adanya test kejiwaan untuk para pejabat-pejabat negara yang sangat berpeluang untuk menjadi calon koruptor. Tujuanya supaya kita tahu jika mereka-mereka yang mengelola negara ini bukanlah sekumpulan orang-orang yang sakit kejiwaan mereka atau sering disebut sebagai seorang psikopat.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.