PANCASILA DiPlesetkan Jadi PANCAGILA dan Diubah Isinya

0279ccb91f3b210680b57679d7afa809_nkriSalah satu anggota dari Sebuah Group tertutup di Facebook mengupload sebuah Plesetan yang sekilas kita lihat seperti tertulis Pancasila lengkap dengan lambang burung Garuda. Tapi jika kita perhatikan dengan jelas ternyata yang tertulis bukan PANCASILA melainkan PANCAGILA.


Logo yang berada di tengah burung garuda juga diganti menjadi gambar uang di tengah-tengahnya. Sedangkan dibagian bawah tidak tertulisa 5 Sila seperti yang ada di sila Pancasila melainkan dirubah dengan tulisan sebagai berikut:


PANCAGILA



  1. Keuangan Yang Maha Kuasa

  2. Korupsi yang adil dan merata

  3. Persatuan Mafia hukum Indonesia

  4. Kekuasaan yang dipimpin oleh nafsu kebejatan dalam persekongkolan dan kepura-puraan.

  5. Kenyamanan Sosial bagi seluruh keluarga pejabat dan wakil rakyat.


Dari tulisan PANCAGILA tersebut, si pembuat tulisan tersebut diatas seolah ingin menggambarkan kondisi negara kita saat ini.


Jika kita memahami dari 1 sampai 5 Pancagila tersebut diatas memang seolah pas dan cocok dengan kondisi sekarang.


Pancagila yang pertama, 1. Keuangan yang Maha Kuasa, menggambarkan bahwa Uang di negeri ini seolah memang berkuasa atas segalanya. Dari polisi, jaksa, hakim, dan yang lainya sudah pernah terkena kasus korupsi. Bukankah ujung dari korupsi karena uang yang berkuasa?


Pancagila yang kedua, 2. Korupsi yang adil dan merata, hal ini seolah menggambarkan bahwa korupsi di Indonesia memang sudah merata dan pembagianya juga cukup adil oleh para pelaku korupsi.


Pancagila yang ketiga, 3. Persatuan Mafia hukum Indonesia, Menggambarkan bahwa para pelaku mafia hukum di Indonesia benar-benar sudah bersatu tekad dan satu perjuangan yang itu melakukan korupsi yang se-aman-amanya. Mereka sadar bahwa tanpa bersatu, korupsi mereka akan mudah dibongkar.


Pancagila yang Keempat, 4. Kekuasaan yang dipimpin oleh nafsu kebejatan dalam persekongkolan dan kepura-puraan. Ini menggambarkan bahwa kepemimpinan di Indonesia lebih mendahulukan nafsu dan kebejatan dalam melakukan persekongkolan dan kepura-puraan. Ini menunjukan kadang kita dipertontonkan pada awalnya seolah saling berbeda pendapat, tapi begitu dilakukan lobi-lobi politik seolah semua langsung damai.


Pancagila yang Kelima, 5. Kenyamanan Sosial bagi seluruh keluarga pejabat dan wakil rakyat. Kalau yang ini sudah sangat jelas terlihat bahwa kenyamanan sosial di negeri ini paling banyak dinikmati oleh keluarga-keluarga pejabat dan para wakil rakyat, sedangkan rakyat biasa tetap saja masih banyak yang miskin dan menderita.


Terlepas dari orang yang membuat plesetan Pancagila ini dinilai merupakan penghinaan atau tidak, satu yang pasti harus dilakukan pejabat atau pihak yang merasa tersinggung atas plesetan ini, koreksi dirilah dari kondisi yang terjadi di negeri ini karena faktanya gambaran tersebut ada di negeri ini.


Tidak perlu menanggapi dengan emosi, tapi koreksi dirilah untuk memperbaiki diri untuk kemajuan negeri bernama NKRI.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.