Ketika Polisi Menyerah Ditodong Senjata Tajam oleh Preman

Ini bukan cerita sinetron atau cerita bohong tapi benar-benar terjadi di negeri bernama Indonesia.


Saya sendiri hampir tidak percaya jika cerita ini ternyata benar-benar terjadi. Saya membaca informasi ini dari salah satu surat kabar cetak suara merdeka pada hari ini, Selasa, tanggal 1 Oktober 2013. (yang ingin baca versi onlinenya bisa baca disini).


Untuk kronologi lengkapnya begini, Dua anggota polisi berpangkat brigadir diadang lima pria bersenjata tajam saat melintas di depan kantor KPU Jateng, Jalan Veteran, Semarang Selatan, Minggu (29/9) dini hari.


Mereka adalah Ricky Pranasaputra (26), warga Asrama Polisi, Semarang Utara dan Hananto Prasetyo (29), warga Kutilang Sari, Ungaran.


Dua polisi yang berboncengan Yamaha Jupiter H-2082-QF itu kemudian dipaksa turun dari kendaraan. Pelaku juga menodongkan senjata tajam ke arah anggota polisi itu.


Todongan senjata tajam tersebut membuat korban tak mampu berbuat banyak, hingga mereka pasrah saat pelaku meminta paksa dan membawa kabur sepeda motor Yamaha Jupiter itu.


Oleh kedua korban perbuatan lima pelaku yang menggunakan dua sepeda motor itu dilaporkan ke Mapolrestabes Semarang.


Dari cerita tersebut sebagai warga biasa kami bertanya bagaimana bimbingan mental keberanian kepolisian selama ini?


Apa 2 orang Polisi ini mentalnya masih kalah dengan kisah 3 Anak SMP yang berani Gagalkan Perkosaan beberapa saat yang lalu?


Terlebih mereka berdua Polisi dan ditodongnya juga hanya menggunakan senjata tajam yang seharusnya seorang Polisi berani melawan karena berdua. Kalaupun tidak berani melawan berdua, setidaknya mereka berani gertak dan berteriak meminta bantuan warga?


Kalau ditodongnya dengan menggunakan senjata Api mungkin warga masih menilai itu wajar karena jika senjata api bisa ditembakan dari jarak jauh.


Dari peristiwa ini kita semakin miris sekaligus kasihan dengan para Polisi sekarang yang begitu mudah menyerah melawan preman.


Jika berita ini didengar para preman, sudah pasti sikap pengecut polisi ini pasti akan dijadikan bahan ejekan, hinaan dan tertawaan para preman yang ternyata mental Polisi sebatas itu.


Akibatnya para preman dan pelaku kejahatan yang lain akan merasa tidak perlu takut lagi melakukan kejahatan karena mental Polisi seperti itu.


Atau jangan-jangan banyaknya kasus pembunuhan kepada pihak Polisi berseragam beberapa saat yang lalu salah satu penyebabnya karena masalah ini?


Yang saya takutkan, Jika kasus seperti ini diketahui oleh para pelaku kejahatan dan preman, mereka para pelaku kejahatan akan berlomba-lomba melakukan kejahatan justru tidak lagi ke warga biasa tapi menyasar para Polisi yang dianggap tidak punya nyali?


Pihak kepolisian harus menangani peristiwa ini dengan sungguh-sungguh karena ingatlah bahwa kalian dibayar jadi Polisi untuk mengayomi masyarakat. Jadi bekali diri kalian sebagai Polisi dengan Mental yang pemberani sekaligus kemampuan membela diri dan membela masyarakat.


Jika tidak melakukan perbaikan, maka Polisi kedepan bisa jadi hanya dijadikan "mainan" oleh para preman dan pelaku kejahatan yang lain.


Jadikan hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2013 ini untuk memperbaiki diri internal Polisi dan jangan sampai justru generasi Polisi jadi ahli dalam Korupsi. Jangan sampai itu terjadi....


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.