Hari Guru Sedunia 2013: Peran Guru dalam Membangkitkan Budaya Baca

c0851734614eab44879afc9d987e3cc8_hari-guru-sedunia


Hari Guru Sedunia diperingati setiap tanggal 5 Oktober sejak tahun 1994. Tujuan diperingatinya hari ini adalah untuk memberikan dukungan kepada para guru di seluruh dunia dan meyakinkan mereka bahwa keberlangsungan generasi pada masa depan ditentukan oleh guru (wikipedia).


Menurut UNESCO, Hari Guru Sedunia mewakili sebuah kepedulian, pemahaman, dan apresiasi yang ditampilkan demi peran vital guru, yaitu mengajarkan ilmu pengetahuan dan membangun generasi.


Begitu sangat tinggi peran seorang guru dalam membangun generasi penerus bangsa, menjadikan profesi guru sebagai "mesin" pencetak generasi bangsa. Jika generasi bangsa yang dilahirkan oleh para guru baik, maka bangsa ini bisa menjadi baik begitu juga sebaliknya.


Salah satu peran guru yang sangat penting dan vital menurut saya adalah peran seorang guru khususnya dalam membangun budaya baca di Indonesia yang masih sangat memprihatinkan.


Begitu parahnya budaya baca di Indonesia, sampai-sampai Kepala Perpustakaan Nasional pernah mengatakan Jika "Orang Indonesia Malas Membaca".


Kondisi tersebut harus ditanggapi serius oleh seorang guru, karena guru memiliki kesempatan dan wewenang yang teramat sangat tinggi untuk mengenalkan budaya membaca kepada para siswa didiknya.


Guru bisa mengenalkan budaya baca kepada siswa bisa dimulai dari cara yang sederhana dan jika ada niat harusnya pasti bisa. Contoh kecilnya dengan "memaksa" atau membuat aturan pada setiap hari sebelum mengajar, seorang guru menyarankan siswa untuk membuat resensi buku yang terkait dengan materi pelajaran dari setiap guru.


Dengan cara itu memang terkesan sederhana, tapi bayangkan jika setiap guru di seluruh di Indonesia melakukanya, tentunya itu sebuah langkah yang luar biasa bukan. Itu baru salah satu contoh kecil dan sederhana, jika dikembangkan lagi tentunya akan teramat sangat jauh lebih luar biasa.


Seringkali guru atau pihak sekolah selalu beralasan koleksi buku yang sangat minim menjadi alasan. Padahal dana pendidikan sebesar 20% tentunya sangat cukup jika memang dianggarkan dengan tepat guna.


Namun apapun alasan dan kondisinya, jika ada niat pasti ada cara dan solusinya. Terlebih seorang guru memang haru memberi contoh yang terbaik untuk bisa menjadi panutan para siswa yang diajarkanya.


Keberadaan guru akan dianggap sebagai Guru tanpa tanda jasa jika guru tersebut memiliki pengaruh positif untuk para siswanya, tapi jika seorang guru tidak memberikan manfaat untuk para siswa dan justru hanya berfikir tentang gaji dan tunjangan saja, maka tidaklah pantas guru yang demikian mendapatkan gelar sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.


Jika anda sebagai Guru, silahkan anda tentukan pilihan anda ingin menjadi guru yang seperti apa? Semua pilihan ada pada tindakan dan perbuatan anda dihadapan siswa.


Selamat Hari Guru Sedunia 2013


ilustrasi gambar || cre8tivetech.com

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.