Di Balik Kontroversi Penetapan 1 Ramadhan dan 1 Syawal

65465430ae6eb94c8c2984da77e20b02_images2-2047354205Apakah ini suatu kebetulan atau tidak, tapi kenyataanya memang pasca lengsernya Soeharto perbedaan menentukan 1 Syawal dan 1 Ramadhan lebih sering selalu berbeda. Apakah ini dikarenakan saat Soeharto memimpin kebebasan berpendapat saat itu memang sangat dibatasi termasuk dalam hal menentukan 1 Ramadhan dan 1 Syawal? Atau memang hebatnya Soeharto dalam menyikapi adanya perbedaan sehingga saat penetapan 1 Ramadhan dan 1 Syawal jarang terjadi perbedaan?



Diluar kontroversi tersebut sebenernya mungkin faktor peran media dalam mempublikasikanya yang terkadang berlebih-lebihan sehingga terkesan perbedaan pendapat ini menjadi perhatian banyak masyarakat luas. Terlebih dengan adanya perbedaan ini juga oleh hampir semua media menjadikan ini liputan utama.


Sebenarnya perbedaan metode yang digunakan memang sudah berbeda sehingga kemungkinan hasilnya juga jelas berbeda. Kalaupun jika hasilnya sama,berarti terjadi ketika metode hisab dan ru'yah memang bersamaan tepat antara perhitungan dan rukyah.


Antara metode hisab dan ru'yah memang memiliki dasar sendiri-sendiri tentunya susah untuk dicarikan jalan tengah karena ini terkait dengan keyakinan masing-masing.


Yang harus dilakukan tentunya harus memegang toleransi dan saling menghargai perbedaan pendapat. Hanya itulah kunci untuk tetap bisa saling memegang prinsip ukuwah islamiyah.


Namun sayangnya, yang terjadi di masyarakat lebih sering menganggap perbedaan ini sebagai bentuk kontroversi yang harus selalu diperdebatkan.


Hal ini di perparah dengan publikasi media yang terkadang selalu melebih-lebihkan dalam pemberitaan perbedaan ini sehingga di masyarakat bawah menimbulkan polemik.


Walaupun mungkin pada kalangan tertentu perbedaan ini bisa disikapi dengan bijak, tapi tidak sedikit juga masyarakat yang saling menjelek-jelekan antara pendapat yang satu dengan yang lain.


Mungkin memang butuh proses untuk bisa menjadikan perbedaan ini sebagai hikmah karena saat berbeda pendapat di masyarakat kita masih lebih banyak menganggap jika berbeda pendapat lebih dekat dengan konflik dan merasa paling benar.



Wallohu A'lam...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.