Hari Kebangkitan Nasional di Indonesia Hanyalah Ceremonial Semata ?

[caption id="attachment_1709" align="alignleft" width="288" caption="ilustrasi gambar: wahdisblog.blogspot.com"]hari kebangkitan nasional[/caption]

Pada jaman perjuangan dahulu tepatnya 20 Mei 1908 ( Berdirinya Boedi Oetomo) Kebangkitan Nasional di kumandangkan bukan hanya ceremonial atau pemanis semu saja namun untuk berjuang merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah. Berbeda dengan akhir-akhir ini, Sudah berkali-kali bangsa ini memperingati Hari Kebangkitan Nasional tapi ternyata itu masih lebih sebatas ceremonial semata.


Hal ini bisa kita lihat dari moral-moral pejabat di negeri ini yang sudah puluhan tahun kita merdeka tapi kemiskinan, kelaparan, busung lapar, anak-anak putus sekolah, dan yang lain masih begitu mudah kita temukan di sekitar kita.





[caption id="attachment_1711" align="alignright" width="422" caption="Saat masih banyak anak2 di negeri ini kelaparan dan busung lapar, mereka malah berasyik ria tidur saat sidang, korupsi, mesum,Adu Jotos di ruang sidang, dan terakhir liat video porno saat sidang ! salahkah jika itu disebut "SANGAT MENJIJIKAN" ??"]Saat masih banyak anak2 di negeri ini kelaparan dan busung lapar, mereka malah berasyik ria tidur saat sidang, korupsi, mesum,Adu Jotos di ruang sidang, dan terakhir liat video porno saat sidang ! salahkah jika itu disebut "SANGAT MENJIJIKAN" ??[/caption]

Sedangkan di sisi yang lain justru kita melihat pejabat-pejabat negeri ini yang seharusnya mengurus dan memberi solusi atas maslah diatas justru semakin lama semakin lebih "menjijikan" perilaku mereka.


Sudah berapa kali kita melihat misalnya DPR tidur saat sidang, terjerumus kasus korupsi, adu jotos saat sidang, bahkan yang baru-baru ini terjadi seornag anggota dewan justru berasyik-asyik ria menonton video porno saat sidang paripurna.


Bukan hanya itu saja, anggota DPR yang selalu beralasan tidak memiliki anggaran yang cukup untuk mengentaskan kemiskinan dan masalah sosial yang lain justru mengajukan anggaran trilyunan rupiah untuk membangun gedung DPR. Walaupun pada akhirnya anggaran tersebut diturunkan tapi tetap saja itu merupakan sebuah bukti betapa DPR memang tidak memiliki rasa simpati yang tinggi terhadap penderitaan rakyat.


Selain hal tersebut diatas ada juga kisah para wakil rakyat yang menghambur-hamburkan uang rakyat untuk melakukan kunjungan ke Luar Negeri dengan alasan study banding. Sebuah alasan yang oleh banyak masyarakat di tolak tapi tetap saja dengan tanpa rasa malu mereka tetap saja "nekad" melakukan kunjungan ke Luar Negeri yang tidaka da yang berani menjamin bahwa kunjungan mereka membawa perbaikan untuk bangsa ini.


Melihat masih banyaknya keburukan dan minimnya prestasi para pejabat dan wakil rakyat serta pejabat-pejabat terkait dalam memajukan dan mengelola negeri ini, mungkin jangan salahkan masyarakat jika sebagian rakyat akan mengatakan bahwa peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang selalu di peringati setiap tanggal 20 Mei di Indonesia hanya sebatas Ceremonial semata.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.