Antara Kesederhanaan Rakyat dan Pemborosan Pejabat Lembaga Negara






[caption id="attachment_1686" align="aligncenter" width="482" caption="gambar ini merupakan fakta dan data bukan ?"]gambar ini merupakan fakta dan data bukan ?[/caption]

Namanya Pak Nur Hidayat, usianya 40 tahun lebih. Sehari-hari beliau hanya seorang penjual kue pisang, risoles, snack di depan sekolah dasar di daerah Bogor. Penghasilanya hanya sekitar Rp 10.000-Rp 20.000 / hari . Namun dari uang itu, Pak Nur Hidayat bisa menghidupi semua keluarganya bahkan bisa menyekolahkan semua anaknya. Jika dia di tanya, Dari usaha kecil tersebut bisa memenuhi kebutuhan keluarga dan anak-anak ? dengan sederhana dia akan menjawab "Buktinya sampai sekarang dirumah nggak pernah ada yang mati kelaparan" .



Kisah diatas ak ambil dari potongan kisah yang ada di buku "Guru Kehidupan : Belajar Hidup Kaya dari Si Miskin" Karya Matahari Timoer. Sebenarnya kisah-kisah kesederhanaan rakyat di negeri ini masih teramat banyak untuk bisa kita baca dan kita teladani. Jika kita melihat acara-acara televisi seperti Kick Andy, Minta Tolooong, Bedah Rumah, Seandainya aku .., dan acara-acara sejenis, betapa disana ada banyak kisah dan keteladanan untuk bisa kita ikuti dan selanjutnya menjadi pegangan hidup kita untuk bisa selalu hidup sederhana. Namun terkadang atau mungkin saja acara-acara tersebut hanya dianggap sebatas hiburan semata tanpa makna sehingga walau begitu banyak hikmah dan pesan moral didalamnya, tetap saja tidak merubah kita dan pejabat negara kita untuk SADAR !!




[caption id="attachment_1587" align="alignleft" width="270" caption="sumber gambar:detik.com"]sumber gambar:detik.com[/caption]

Baru-baru ini Presiden SBY dalam sebuah kesempatan mengajak pejabat dan lembaga negara untuk berhemat. Sebuah ajakan yang baik tapi tidakkah itu sebuah Ironi sebuah negeri ? Seorang presiden dan pejabat negeri ini yang seharusnya memberi contoh ternyata justru baru saja mengajarkan dan menyarankan bawahanya untuk belajar berhemat. Itupun saya BERANI JAMIN TIDAK MUDAH UNTUK DILAKUKAN OLEH MEREKA (Pejabat dan lembaga negara) . Itu bisa saya buktikan dengan melihat pemberitaan-pemberitaan di media tentang betapa pejabat-pejabat negara yang tetap saja menghambur-hamburkan uang negara melalui program yang tak jelas seperti kunjungan keluar negeri yang biayanya milyaran rupiah. Uang tersebut sebenarnya bisa digunakan untuk membangun puluhan atau ratusan bahkan ribuan sekolah-sekolah yang hampir roboh diberbagai daerah.


konsep-gambar-desain-gedung-dpr-baru5Bukan itu saja, hingga detik ini kita juga tetap melihat semua fasilitas-fasilitas untuk para pejabat negara yang tetap masih terlihat mewah, mobil mewah, rumah mewah dan semua fasilitas serba mewah yang SAYA JUGA MASIH BERANI MENJAMIN akan sulit untuk menghilangkan atau mengurangi fasilitas mewah tersebut (Kecuali saya melihat sendiri kelak). Padahal seharusnya itu bisa dikurangi untuk digunakan keperluan lain yang lebih dipentingkan.


Yang lebih membuat rakyat marah adalah, mereka para pejabat dan lembaga negara sudah diberikan semua HAK-HAK mereka dengan semua fasilitas yang serba mewah dan hampir tanpa cacat kekurangan. Tapi yang terjadi adalah KINERJA yang merupakan KEWAJIBAN mereka tidak mereka kerjakan dengan baik sebaik dan semewah fasilitas dan hak-hak yang mereka terima.


Buat pak SBY, jika anda seorang presiden tidak berani bersikap tegas dengan mengeluarkan kebijakan yang bisa mewujudkan penghematan uang negara, maka di satu tahun kepemimpinan anda di periode kedua ini akan ada banyak kekecewaan atas kepemimpinan anda. Saran saya, jangan hanya sesumbar memperintahkan pejabat dan lembaga berhemat tanpa sebuah kebijakan yang nyata. Karena itu akan menghancurkan anda sendiri dikemudian hari. Tidakkah anda malu sebagai seorang presiden tidak bisa mengajak lembaga dan pejabat negara berhemat, padahal rakyat anda sudah sejak dahulu menetapkan kehidupan sederhana sebagai pegangan hidup mereka, walau terkadang kesederhanaan mereka seringkali "DIPAKSA" oleh keadaan karena memiliki pejabat negara yang KORUP dan bergaya HIDUP MEWAH dengan Prestasi kerja yang sangat BURUK !

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.