Bencana Alam: Kesalahan Manusia atau "Kemarahan" Tuhan ?





[caption id="attachment_1550" align="alignleft" width="376" caption="Sumber Gambar: googling"]Sumber Gambar: googling[/caption]

Bencana alam seolah masih saja terus berlanjut dan mengancam setiap jiwa yang hidup di negeri ini serta di banyak belahan negara yang lain. Bentuk dari bencana tersebut bisa kita lihat dari banjir bandang, tanah longsor, angin puting beliung, gunung meletus, gempa bumi dan masih banyak jenis bencana alam yang lain. Terbaru adalah gempa yang terjadi tadi malam di kawasan Mentawai, Sumatera Barat dan meletusnya Gunung Merapi yang masih berlangsung.


Dari berbagai jenis bencana tersebut diatas saya mencoba mengelompokan sebab dan siapa yang menciptakan terjadinya bencana tersebut :


1. Bencana karena Kesalahan Manusia


Bentuk bencana alam ini merupakan bencana alam yang disebabkan oleh ulah manusia. Jenis bencana ini misalnya banjir bandang, tanah longsor, kebakaran hutan, dan lain-lain. Bentuk bencana alam ini secara jelas bermula dari kesalahan manusia. Contohnya banjir, hampir semua penyebab terjadinya banjir bisa dipastikan dan kemungkinan besar pasti akibat kesalahan manusia. Bentuk kesalahan manusia tersebut misalnya; membuang sampah sembarangan, penebangan hutan yang meraja lela tanpa melihat keseimbangan alam, pembangunan infrastruktur yang buruk, dan masih banyak lagi sebab-sebab yang lain yang semuanya adalah kesalahan manusia.


2. Bencana alam dari Kuasa Tuhan atau "Kemarahan" Tuhan




[caption id="attachment_819" align="alignright" width="376" caption="sumber gambar : googling"][/caption]

Jenis bencana yang kedua ini adalah bencana yang terjadi diluar batas kemampuan manusia untuk memprediksinya. Jika bencana seperti banjir dan tanah longsor biasanya pasti bisa kita prediksi. Maksud saya adalah jika kita membuang sampah sembarangan, kemudian melakukan penebangan hutan secara membabi buta dan melakukan keburukan yang lain maka sangat mungkin bencana banjir pasti akan datang. Namun diluar itu ada bencana alam yang manusia tidak memiliki kuasa atas itu. Bencana alam tersebut misalnya adalah Gempa bumi. Kalau kita sebagai seorang yang beragama dan percaya atas adanya kuasa Tuhan, tentunya kita harus mencoba memahami kenapa Tuhan menciptakan Bencana alam kepada kita ?


Bentuk bencana alam yang dibuat atas kuasa Tuhan bentuknya ada 3 :


Pertama, bencana alam tersebut terjadi sebagai ujian. Dikatakan sebagai ujian ketika bencana alam tersebut menimpa orang-orang yang taat atas aturan dan hukum tuhan dan baik kepada sesama dan lingkungan (alam). Ketika bencana alam menimpa kepada orang-orang seperti ini maka itu termasuk ujian.


Kedua, bencana alam tersebut terjadi sebagai PERINGATAN. bencana seperti ini ditujukan untuk orang-orang yang dalam hidupnya sering lupa dan melanggar aturan-aturan serta ketentuan hukum Tuhan sehingga melalui bencana alam tersebut Tuhan ingin memperingatkan kita untuk merubah diri kitya kepada jalan yang benar. Atau sebagai penyadaran bahwa kita bukanlah apa-apa jika dibandingkan dengan kuasa Tuhan.


Ketiga, bencana tersebut bermakna ADZAB atau hukuman. bencana alam ini oleh Tuhan ditujukan untuk mereka yang dalam hidupnya selalu berbuat salah. Ketika peringatan demi peringatan datang kepada mereka, tapi mereka tetap terus melakukan kesalahan-kesalahan yang sama bahkan semakin parah melakukan kesalahan yang lebih besar lagi. Maka Adzab atau hukuman dari Tuhan itu datang melalui bencana Alam tersebut.


Cara dan Solusi Pencegahan Bencana Alam


Ketika terjadi bencana alam yang disebabkan oleh kesalahan manusia, misalnya banjir, maka solusinya adalah dengan kita membuang sampah pada tempatnya, tidak melakukan penebangan pohon secara membabi buita, dan cara-cara positif yang lain. Begitu juga ketika kita meyakini sebuah AGAMA dan meyakini adanya KUASA dan hukum dari Tuhan, maka cara supaya kita tidak mendapatkan bencana alam dari Tuhan, sudah pasti, kita harus mengikuti aturan dan harus taat atas hukum-hukum yang dibuat oleh Tuhan melalui kitab-kitab Suci_NYA.


Semoga bencana alam yang terjadi di negeri ini bukanlah sebuah ADZAB atau hukuman atas "kemarahan" Tuhan sehingga kita masih memiliki peluang untuk selalu dan terus memperbaiki diri untuk berbuat baik dengan sesama, alam sekitar dan tentunya menaati semua aturan-aturan dari Tuhan dengan sebaik-baiknya sehingga bencana alam tidak datang kepada kita semua.


Semoga ...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.