Menghargai Jasa dan Pengorbanan Pembantu Rumah Tangga

Sebuah mobil mewah akan masuk ke sebuah rumah mewah, pintu gerbangnya selalu tertutup rapat merasa si pemilik mobil gerbangnya tertutup, si pengemudi mobilpun membunyikan klaksonya begitu keras dan berkali-kali dibunyikan. Itulah sebuah Kode seorang majikan kepada sang Pembantu ketika meminta dibukakan pintu gerbang rumah dia sendiri. Saat pintu gerbang utama rumah sudah dibuka oleh sang pembantu, sang majikan masih saja membunyikan klakson mobilnya dengan suara keras dan berkali-kali, ternyata itu juga sebuah kode lagi bahwa sang majikan meminta sang pembantu HARUS SEGERA membuka pintu lagi yaitu gerbang garansi Mobil dirumah tersebut. Padahal saat itu ak melihat sang pembantu sudah langsung beranjak menuju pintu garansi mobil setelah selesai membuka gerbang rumah tapi mungkin karena jalanya kurang cepat sang majikan harus membunyikan klakson mobilnya lagi supaya sang pembantu lebih cepat lagi.


Gambaran diatas hampir setiap hari saya lihat disebuah rumah dekat kamar kost saya. Ternyata rumah tersebut merupakan rumah seorang Pejabat tinggi di Departemen Pendidikan Pusat Jakarta. Rumah tersebut sendiri hanya dihuni 2 penghuni saja yaitu Istri dan seorang anak perempuanya dan ditambah dengan seorang ibu pembantu rumah tangga. Sedangkan suami dan anaknya yang lain semua sudah memiliki rumah sendiri-sendiri.


Apa yang saya lihat dalam keluarga tersebut mungkin dianggap sesuatu yang wajar karena tugas seorang pembantu memanglah seperti itu. Terlebih saat sang majikan berfikir bahwa dia sudah merasa memberi UPAH kepada sang Pembantu sehingga mungkin sang majikan berfikir bahwa sang Pembantu harus mengerjakan semua yang diperintahkan oleh sang majikan bahkan hanya untuk membuka sebuah pintu gerbang rumah yang lebarnya hanya sekitar 4 Meter saja.


Terlepas dari perbedaan pemahaman ini, secara pribadi saya hanya berpesan kepada anda yang mungkin diberikan kelebihan rizqi oleh Tuhan sehingga bisa membayar seorang pembantu di rumah anda dan menyuruh mereka untuk mengerjakan semua yang tidak bisa anda kerjakan dari bersih-bersih rumah, cuci piring, memasak, mencuci, mengepel lantai, belanja, dan masih banyak lagi aktivitas seorang pembantu.


Disini saya ingin bicara betapa jasa seorang pembantu itu sangatlah berat dan menurutku sangat dan sangat tidak sebanding dengan upah yang mereka terima. Jika anda masih tidak terima bahwa upah mereka tidak sebanding dengan pekerjaan mereka silahkan anda bekerja dirumah saya seperti para pembantu itu dan aku gaji anda dengan upah seperti anda memberi upah kepada mereka. Anda bersedia ?


Menurutku saat ini banyak orang SALAH mengartikan dan memposisikan seorang pembantu didalam sebuah rumah tangga. Seorang pembantu rumah tangga merupakan seorang yang kita bayar untuk membantu pekerjaan rumah yang tidak bisa kita kerjakan sendiri karena kesibukan aktivitas kita. Namun ketika kita bisa melakukanya dan ada waktu untuk mengerjakan, maka alangkah baiknya ketika kita mengerjakan itu sendiri. Seperti yang saya contohkan diatas. Ketika hanya membuka pintu gerbang rumah saja yang menurutku sama sekali tidak susah dan saya yakin semua orang itu bisa melakukanya kenapa harus teriak-teriak memanggil bantuan pembantu ? Padahal saat itu mungkin saja sang pembantu sedang memasak atau mencuci atau nsednag membersihkan lantai rumah.


Jadi mulai saat ini marilah kita belajar bersama-sama jangan mentang-mentang kita sudah bayar seorang pembantu kemudian kita beranggapan bahwa semua yang kita inginkan harus diikuti dan dituruti oleh seorang pembantu.


Pengorbanan terbesar lagi dari seorang pembantu rumah tangga adalah pengorbanan mereka meninggalkan keluarga mereka suami bahkan anak mereka hanya untuk mencari nafkah untuk keluarga mereka dirumah. Tidakkah kita sadar bahwa saat kita sedang makan enak hasil dari masakan sang pembantu kita, BELUM TENTU anak dan suami sang pembantu dirumahnya sudah ada yang memasak untuk mereka. Saat sang pembantu sedang mencuci baju-baju kita, anak-anak dan suami sang pembantu dirumah mencuci sendiri baju mereka.


Itu kenapa kadang saya sangat sedih ketika ada orang-orang yang oleh Tuhan diberikan kelebihan rizqy sehingga bisa membayar seorang pembantu mereka tapi kemudian menganggap bahwa pembantu rumah tangga dianggap sebagai budak yang harus siap setiap saat untuk mengerjakan setiap pekerjaan sang majikan. Belum lagi ketika sang majikan tidak pernah memberikan ijin sang pembantu untuk menyempatkan diri menengok keluarga mereka dikampung kecuali hanya dihari raya. Itupun tidak boleh lebih dari 1 minggu. Benar-benar bukan sikap seorang majikan yang baik.


Marilah mulai saat ini kita sadari bahwa sudah terlalu besar jasa dan pengorbanan seorang pembantu kepada keluarga kita sehingga sudah selayaknya kita member hak-hak mereka juga untuk bisa melakukan kewajiban mereka juga kepada keluarga mereka seperti kewajiban kita kepada keluarga-keluarga kita tercinta. Ingat bahwa seorang pembantu bersedia membantu anda salah satunya hanya karena factor ekonomi semata. Karena kesulitan ekonomi dalam keluarga mereka, mereka para pembantu rela membantu mengerjakan tugas-tugas anda dan mengabdi dalam keluarga anda. Maka hormatilah mereka dan anggaplah mereka bagian dari keluarga anda dan perlu di INGAT! pembantu rumah tangga BUKAN BUDAK ANDA !

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.