Kontroversi Konfrensi International Lesbi, Biseks, Gay, dan Transgender (LBGT)

topright2Beberapa waktu yang lalu di Surabaya akan diselenggarakan Konfrensi International Lesbi, Biseks, Gay, dan Transgender (LBGT), Namun acara tersebut gagal karena dilarang keras oleh beberapa tokoh agama dan juga tokoh masyarakat. Konfrensi ataupun kontes-kontes seperti ini seolah pasti akan selalu menimbulkan kontroversi untuk banyak kalangan. Khususnya untuk tokoh agama, tokoh masyarakat dan juga golongan masyarakat yang menganggap bahwa kontes atau konfrensi seperti ini dianggap sebagai kegiatan yang menyimpang dengan agama, norma dan etika dalam bermasyarakat. Tentunya pemahaman menyimpang tersebut didasarkan atas keyakinan atau pedoman agama atau norma dari tokoh agama dan masyarakat tersebut.


Seandainya masih ada Gusdur, mungkin akan ada pemikiran kontroversial Gusdur menanggapi masalah ini. Saya sendiri tidak bisa memastkan apakah kontes seperti Konfrensi International Lesbi, Biseks, Gay, dan Transgender (LBGT) ini memang harus di larang atau diperbolehkan. Jika berpedoman berdasar atas hokum agama misalnya Islam, perbuatan seperti berhubungan dengan sesame jenis seperti Lesbi, kemudian Biseks, Gay, dan yang sejenisnya memang itu dilarang dalam Islam. Kemudian dalam islam sendiri mengajarkan yang namanya istilah Amar Maruf dan Nahi Mungkar yaitu sebuah pemahaman dalam Islam untuk mengajak orang untuk berbuat baik dan mencegah perbuatan yang mungkar. Mungkin untuk mereka yang tidak setuju dengan kontes seperti ini mereka memegang prinsip dasar tersebut, yaitu mencegah perbuatan mungkar. Dan kontes semacam itu oleh mereka dianggap sebagai perbuatan yang menyimpang dari agama sehingga wajib bagi mereka untuk melarang kontes tersebut.


Saya ingin lebih melihat sisi penyebab dan bagaimana mencari solusi untuk mereka dibandingkan harus membicarakan kontroversi yang seringkali menimbulkan konflik. Ada beberapa golongan yang memiliki pendapat dalam mengkaji Konfrensi International Lesbi, Biseks, Gay, dan Transgender (LBGT) ini yaitu dengan mengelompokan dua pertanyaan. Pertama, Apakah dasar dari orientasi seperti itu merupakan factor bawaan atau sering disebut dengan takdir atau disebabkan factor yang Kedua yaitu orientasi seperti itu diakibatkan karena adanya pengaruh lingkungan sekitar (menular).


Hingga saat ini para ilmuwan masih terus meneliti terkait dua penyebab dari orientasi menyimpang itu. Namun beberapa ahli juga menyatakan bahwa dari hasil dan banyaknya kajian ternyata ditemukan bahwa penyebab dari kelainan orientasi LBGT ini ternyata disebabkan dari bawaan. Maksud dari bawaan ini maksudnya adalah, si Penderita kelainan LBGT ini memang secara genetik, hormone dan secara perangsang sexualitasnya hanya tertarik dengan jenis mereka sendiri sehingga mereka sulit untuk menolak dan melawan hasrat tersebut.


Sedangkan penyebab yang kedua disebabkan karena lingkungan sekitar. Ini biasanya terjadi karena lingkungan mereka seperti itu kemudian mereka terpengaruh dengan lingkungan tersebut. Akibatnya biasanya diawali karena kekecewaan yang teramat sangat terhadap pasanganya terdahulu sehingga dia menjadi begitu benci dengan kekasihnya tersebut kemudian sebagai kekecewaan itu mereka lampiaskan dengan cara bergabung dengan komunitas LBGT.



Usaha Penyelesaian

Untuk mereka yang memiliki Orientasi LBGT yang disebabkan oleh factor pertama saya sendiri tidak memiliki solusi karena para ahli kedokteran dan ahli terkait sendiri saja tidak berani menjamin dan memastikan untuk mengembalikan mereka menjadi normal kembali. Karena ada yang beranggapan bahwa factor yang pertama ini Ibarat orang dilahirkan dengan misalnya orang Afrika dilahirkan dengan warna kulit hitam, orang Eropa dilahirkan dengan kulit putih dan yang lain. Sehingga ketika bicara factor tersebut sulit untuk merubahnya, kecuali mungkin jika orang berkulit hitam mengganti kulitnya menjadi putih itu bisa saja seperti yang dilakukan oleh Mickael Jackson. Tapi menurutku itu sangat jarang yang melakukanya.


Sehingga dengan demikian, untuk mereka yang termasuk kategori pertama sangat sulit untuk dirubah. Tapi ada yang mengatakan bahwa kekuatan yang sangat besar dalam hal apapun yang pertama adalah NIAT. Jika memang ada niat untuk berubah dan kemabli Normal, mungkin saja akan selalu ada jalan.


Solusi yang Kedua ini di tujukan untuk mereka yang disebabkan karena factor kedua yaitu penyebab yang dipengaruhi oleh lingkunganya. Solusi untuk mereka lumayan lebih mudah jika dibandingkan dengan yang pertama. Diantaranya yang pertama apstilah harus diawali dengan NIAT yang besar untuk merubah perilaku menyimpang tersebut. Karena sebesar apapun usaha nantinya, kalau tidak didasari NIAT untuk merubah, maka dia akan bisa kembali lagi. Kedua mungkin dengan menjauhi semua lingkungan yang dia geluti selama ini dari teman bermain, teman kencan, komunitas, dan yang lain. Dan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, karena manusia pada dasarnya memang makhluk yang lemah dan meminta Kuasa Tuhan adalah segalanya (setelah berusaha dan berdoa).




Tuhan memang menciptakan banyak misteri di alam ini. Sebagian mudah untuk dipecahkan dan diselesaiakan, tapi masih terlalu banyak misteri-misteri Tuhan yang membuat manusia membutuhkan waktu yang panjang untung mengungkapnya. Dan mungkin saja salah satu dari jutaan Misteri dari Tuhan itu adalah LBGT ini. Namun jangan jadikan semua itu sebagai pemicu konflik dalam kita bermasyarakat. Perbedaan pemahaman yang ada harus kita sikapi dengan bijak lagi beretika. dan memanusiakan manusia merupakan sikap yang bijak.


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.