Inspirasi Untuk Nurani, Inspirasi Untuk Negeri

[caption id="attachment_1216" align="aligncenter" width="450" caption="Gaji yang tinggi, Fasilitas Mobil mewah, rumah mewah dan fasilitas serba mewah lainya tidak memberikan jaminan kinerja mereka karena pengabdian mereka mungkin hanya dinilai dari "UANG""]kerjaan-wakil-rakyat[/caption]





[caption id="attachment_1218" align="alignnone" width="450" caption="Untuk belajar memaknai kata IKHLAS yang sebenarnya aku belajar dari MEREKA, IKHLAS dan pengabdian tidak pernah mengenal "SYARAT" seperti gaji yang tinggi, mobil mewah, rumah mewah dan yang lain-lain"]Untuk belajar memaknai kata IKHLAS yang sebenarnya aku belajar dari MEREKA, IKHLAS dan pengabdian tidak pernah mengenal "SYARAT" seperti gaji yang tinggi, mobil mewah, rumah mewah dan yang lain-lain[/caption]

Melihat fakta pada gambar-gambar diatas merupakan sebuah renungan dan inspirasi buat saya pribadi tentang memaknai pemikiran, prinsip hidup dan keinginan saya untuk selalu mencari tahu tentang "NURANI" dan KEBENARAN. Mungkin bukan sebuah kebenaran yang MUTLAK, karena kebenaran yang MUTLAK hanya miik Tuhan sedangkan kebenaran yang di "Klaim" oleh manusia di setiap saat dan mungkin di setiap detik bisa di gugat oleh klaim-klaim kebenaran yang dilontarkan oleh orang lain.


Dari dua gambar tersebut diatas, ada pelajaran penting yang bisa menjadi inspirasi saya dalam menjalankan roda kehidupan di negeri yang plural lengkap dengan berjuta kontroversi ini.


Gambar Pertama memberikan saya "WARNING" bahwa tidak ada JAMINAN bahwa mereka yang memiliki jabatan terhormat, mereka yang mengklaim diri mereka orang-orang yang layak menerima gaji tinggi dari rakyat, fasilitas mobil mewah, rumah mewah dan semua tunjangan-tunjangan serba mewah lainya bisa melakukan tanggungjawab dan melakukan kewajiban mereka walaupun seluruh HAK-HAK mereka telah diberikan secara total, dan semuanya dikeluarkan dari keringat-keringat rakyat bernama Pajak. tapi lihatlah, apa yang kita lihat dalam gambar tersebut memberikan kita gambaran dan WARNING bahwa ketika kita mendapatkan semua hak-hak tersebut belum tentu kinerja dan KEWAJIBAN mereka sebanding dengan HAK-hak yang telah mereka terima dari rakyat.



Dan dari yang demikian itu, saya menemukan faktor yang menurut saya kenapa mereka melakukan hal yang demikian, itu karena pengabdian dan kinerja mereka sudah dinilai dan diukur hanya dari "RUPIAH" sehingga mereka walaupun diberikian gaji yang tinggi, fasilitas mobil mewah, rumah mewah dan fasilitas yang serba mewah tetap saja mereka melakukan perbuatan yang demikian.

Sedangkan kita akan melihat sebuah FAKTA yang begitu Contras ketika melihat gambar yang kedua, dimana dalam gambar kedua kita melihat di sana ada Pak Sugeng yang beliau adalah bukan hidup dari gaji uang rakyat, beliau juga tidak pernah menerima fasilitas mobil mewah dari rakyat, beliau juga tidak tinggal dan hidup dalam rumah mewah yang juga di berikan oleh negara untuk beliau. Beliau juga bukan orang yang memiliki fisik yang utuh seperti pejabat-pejabat negeri ini melainkan beliau adalah seorang yang tidak memiliki kaki. Tapi coba mari kita lihat apa yang sudah dilakukan oleh Pak Sugeng untuk negeri ini ?


Pak Sugeng dengan keterbatasan dan kekuranganya justru memberikan banyak manfaat untuk orang-orang disekitarnya, dengan kekurangan fisiknya tersebut belau membuat ribuan kaki palsu gratis yang dibagikan untuk mereka orang-orang cacat yang bernasib seperti beliau diberbagai daerah di Indonesia, bukan hanya sekedar memberikan kaki gratis semata tapi beliau juga memberikan motivasi dan semangat kepada orang-orang yang bernasib sama denganya untuk tidak mudah putus asa dan bergantung kepada orang lain.



Dan ternyata dari orang-orang seperti Pak Sugeng ini saya dapatkan pelajaran yang juga sangat luar biasa yaitu bagaimana kita bisa memahami MAKNA IKHLAS dan PENGABDIAN yang sesungguhnya. Sebuah makna Ikhlas dan pengabdian yang tidak pernah membutuhkan SYARAT apapun seperti halnya yang tercantum dalam setiap KITAB SUCI semua agama.

Sebenarnya masih banyak sekali orang-orang seperti pak Sugeng yang bisa kita temukan disekitar kita tentunya dengan cerita yang berbeda seperti yang bisa kita temukan dalam buku-buku karya Penulis matahari Timur yang menceritakan tentang "GURU KEHIDUPAN" dimana disana banyak sekali kisah yang bisa kita ambil keteladananya.


Dan untuk mengambil semua keteladanan tersebut bukan hanya kita diam dan bicara saja ( seperti saya :D ) tapi memang harus dengan perbuatan yang Nyata.



*Tulisan ini semata2 hanya untuk inspirasi saya sendiri (Ari) karena saya ga tahu jika inspirasi untuk saya pribadi inspirasi juga untuk orang lain, apalagi untuk negeri ini :D

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.