STOP CARI KERJA ! MARI BERWIRASWASTA

Beberapa hari yang lalu saya baru meresmikan website www.duniaperpustakaan.info yang bertujuan untuk menampung seluruh materi atau hal apapun yang berkaitan dengan dunia perpustakaan dalam usaha memajukan dunia perpustakaan untuk jauh lebih baik lagi di Indonesia sehingga masyarakat kita semua sadar betapa pentingnya peran perpustakaan untuk menjadi salah satu penopang dan pendukung majunya intelektual bangsa. Namun baru beberapa hari website tersebut saya buka dan saya promosikan ke beberapa teman saya yang kebetulan sudah lulus kuliah tapi belum bekerja, sebuah permintaan dan kritik untuk website tersebut langsung bermunculan yaitu supaya dalam website tersebut ditambahkan fasilitas atau informasi yang update terkait informasi lowongan pekerjaan khususnya yang terkait dengan kerja dari pustakawan atau yang terkait, bahkan temanku yang satu ini juga meminta tambahan, kalau perlu informasi lowongan pekerjaan yang umum juga ikut ditambahkan juga, begitu kritik dan saran dari teman saya dan ternyata bukan hanya dia saja yang mengkritik dan memberikan saran serupa tersebut. Karena informasi lowongan tersebut menurut mereka sangat penting, maka saya cantumkan juga di website tersebut untuk memberikan informasi untuk mereka.


Dari sedikit cerita tersebut diatas membuat saya jadi berfikir dan berfikir, Inikah DOKTRIN atau seruan yang dilakukan oleh dunia pendidikan di negeri ini termasuk dunia kampus yang mengklaim diri mereka sebagai orang-orang yang memiliki intelektual tinggi ? apakah memang doktrin yang diterapkan di dunia pendidikan hanya menyeru dan menjanjikan mereka untuk dijamin bekerja di perusahaan A, kerja di kantor B, kerja di BUMN, atau janji-janji serupa yang semuanya berujung kepada mentalitas buruh semata ? dan ternyata janji seperti itupun belum tentu bisa diberikan kepada setiap mahasiswa yang lulus dari sebuah kampus tertentu itu terbukti kenapa setiap tahun banyak sekali mahasiswa ketika lulus tidak langsung mendapatkan pekerjaan sehingga pengangguran dari kalangan lulusan perguruan tinggi juga semakin meningkat sehingga menimbulkan masalah baru.


Disinilah kita melihat betapa permasalahan yang tumbuh di masyarakat bisa kita lihat bukan hanya dari mereka yang miskin dan tidak berpendidikan dan para pengngguran, tapi ternyata dalam dunia pendidikan yang harusnya ikut membantu menyelesaikan masalah negeri ini khususnya pengangguran justru malah ikut menimbulkan masalah dalam hal menciptakan pengangguran profesional tersebut. Walaupun demikian, apa yang saya katakan ini pasti akan menimbulkan kontrofersi khususnya untuk mereka yang merasa memiliki tanggungjawab dalam peran mereka sebagai pelaksana dari dunia pendidikan tersebut.


Namun bagi saya kontroversi tersebut tidaklah menjadi penting ketika mereka sendiri pada kenyataanya tidak mempunyai solusi yang tepat dan terbaik untuk menghentikan permasalahan pengangguran ini secara berlarut-larut dan terus menerus, atau setidaknya bisa mengurangi jumlah pengangguran dikalangan lulusan-lulusan akademik.


Menurut saya pribadi sebenarnya ada banyak cara untuk solusi masalah ini. Namun disini saya hanya ingin menyinggung sedikit terkait salah satu masalah yang menurutku masih sangat diterapkan di dunia pendidikan kita khususnya di dunia perkuliahan (perguruan tinggi). Solusi yang saya maksud adalah:


Mencari Nilai Ekonomis dari Setiap Bidang Ilmu Pengetahuan


Solusi yang saya maksud diatas adalah, bahwa selama setiap mahasiswa yang belajar di sebuah perguruan tinggi pasti rata-rata memiliki tujuan dan harapan serta doktrin yang mebuat orang berfikir bagaimana setelah mereka lulus adalah bisa mendapatkan pekerjaan yang jauh lebih baik, teerhormat dan memiliki gaji yang besar. Inilah fakta yang ada selama ini dan menurutku itu tidak selamanya disalahkan, namun tidak juga selamanya dibenarkan,


Seharusnya ada solusi lain yang bisa secara global merubah pemikiran dan mental dari mahasiswa tersebut yaitu bagaimana setiap bidang ilmu yang diberikan kepada mahasiswa selalu di berikan juga pendidika terkait nilai ekonomis dari bidang ilmu tersebut. misalnya; dalam bidang ilmu Pendidikan Bahasa Inggris perlu diadakan juga nilai ekonomis dan peluang apa supaya bidang ilmu bahasa Inggris yang sedang mereka pelajari sekarang ini bukan hanya menjadi guru bahasa Inggris semata di sebuah sekolah yang itu hanya lebih memikirkan nilai ekonomis sepihak untuk dirinya sendiri namun bagaimana supaya mahasiswa di doktrin juga ada nilau ekonomis yang jauh lebih baik dari semua itu yaitu misalnya dengan memberikan motivasi dan doktrin kepada mereka bahwa dalam dunia bahasa Inggris itu seorang mahasiswa bisa memiliki usaha kursus bahasa inggris atau yang lain yang bisa memberikan manfaat untuk dirinya sendiri taoi juga memberikan lapangan pekerjaan kepada orang lain.


Atau misalkan dia seorang mahasiswa yang belajar dibidang teknik mesin otomotif bagaimana jangan hanya di doktrin kepada mereka bahwa setelah lulus mereka akan bekerja disebuah pabrik otomotif terbesar di dunia atau yang sejenis, tapi bagaimana mereka juga di doktrin untuk membuka usaha dibidang tersebut seperti bengkel mobil, motor, toko peralatan otomotif, bahkan kalau perlu bagaimana kampus tersebut menyediakan fasilitas untuk para mahasiswa melakukan penelitian dan uji coba untuk bia mebuat atau memproduksi produk otomotif sendiri. sehingga dengan demikian mental mereka saat lulus bukan ingin bekerja dimana tapi justru dibalik, Usaha apa yang cocok dengan bidang keilmuan saya ?


Dan saya sangat yakin sekali masih banyak lagi bidang ilmu pengetahuan yang selama ini dianggao hanya berorientasi bisa bekerja dirubah menjadi usaha apa yang bisa saya buat untuk membuka lapangan kerja ?


Dari apa yang saya uraikan tersebut diatas pada intinya merubah pola pikir dan nalar dari semua pihak termasuk dalam dunia pendidikan untuk ikut bersama-sama merubah doktrin dan mental kerja menjadi mental membuat dan menciptakan lapangan kerja.


Dan perlu di sadari juga, lapangan pekerjaan yang masih terbuka lebar di negeri ini adalah menjadi pengusaha, kenapa ? karena perbandingan antara pencari kerja dengan lapangan pekerjaan masih sangat jauh, sehingga kampanye untuk menyerukan Mari Berwiraswasta di negeri ini masih dikategorikan WAJIB dan terus di serukan. Kecuali jika suatu saat ternyata sudah ada fakta baru bahwa Lapangan pekerjaan jauh melebihi dari orang-orang yang mencari pekerjaan.



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.