Sampah Informasi di Internet, Salah Siapa ?

Beberapa hari yang lalu saya mendengar lagi keluhan teman saya yang mengaku sangat marah dan jengkel ketika sedang mencari referensi di Internet untuk mengerjakan tugas makalah dari seorang dosen. Ternyata ketika mencari referensi di Internet dia sangat sulit menemukan referensi ilmiah yang bisa membantu untuk menyelesaikan tugas makalahnya tersebut. Temanku kemudian mengambil sebuah kesimpulan ternyata di Internet sekarang memang benar-benar banyak di penuhi sampah-sampah informasi.


Dari cerita teman saya diatas mungkin banyak orang khususnya mahasiswa dan dosen dan juga mereka kaum intelektual yang memiliki pemikiran yang sama bahwa di Internet sekarang memang semakin hari semakin banyak sampah Informasi.


Namun sebenarnya kita jangan terburu-buru mengklaim bahwa pendapat kita itu benar sebelum kita mencoba mencari tahu, apa dan bagaimana "sampah informasi" itu bisa tumbuh dan berkembang di Internet dan yang paling penting lagi adalah, Apa solusinya supaya "sampah informasi" di Internet tidak semakin banyak.


Oia, perlu saya beritahu bahwa menurut teman saya, yang dimaksud dengan sampah informasi yaitu (mengartikan sepihak), semua informasi yang ada di internet dalam bentuk makalah, artikel atau bentuk lain yang tidak memiliki dasar teori yang kuat dan juga tidak bisa dibenarkan secara prinsip teori tertentu dan hasil dari tulisan tersebut tidak bisa di pertanggungjawabkan kebenaranya secara ilmiah serta tidak mengandung unsur manfaat di dalamnya.


Dari apa yang disampaikan teman saya tersebut sebenarnya masih banyak sekali yang bisa diperdebatkan, Namun untuk tidak lebih luas lagi saya lebih tertarik membahas seperti yang sudah saya sampaikan di awal yaitu, Bagaimana sampah Informasi itu beredar luas di Internet? Apa penyebabnya ? dan yang tepenting selanjutnya adalah apa Solusinya ?



Untuk menghindari kontroversi lebih jauh, disini saya mencoba mengembalikan pengertian sampahinformasi seperti apa yang difahami oleh teman saya.


  • Bagaimana "Sampah Informasi" Bisa Beredar Luas di Internet ?


Internet sendiri kalau kita baca dalam sebuah Kamus Komputer memiliki arti sebagai berikut : Singkatan dari Interconnection Networking. The network of the networks. Diartikan sebagai a global network of computer networks atau sebuah jaringan komputer dalam skala global/mendunia. Jaringan komputer ini berskala internasional yang dapat membuat masing-masing komputer saling berkomunikasi. Network ini membentuk jaringan inter-koneksi (Inter-connected network) yang terhubung melalui protokol TCP/IP. Dikembangkan dan diuji coba pertama kali pada tahun 1969 oleh US Department of Defense dalam proyek ARPAnet.


Dari pengertian tersebut sudah sangat jelas kenapa informasi itu bisa beredar begitu luas di internet karena dengan menggunakan internet semua informasi yang kita tulis dan kita masukan di internet secara otomatis langsung menyebar ke seluruh penjuru dunia kecuali jika informasi tersebut di beri perlindungan dan dibuat secara khusus untuk kalangan tertentu.




  • Penyebab Membludaknya "Sampah Informasi" di Internet ?


Setelah kita tahu pengertian internet dan bagaimana penyebaranya?. Maka dari sana kita bisa tahu penyebab dari membludaknya "sampah Informasi" tersebut di internet dengan cara mencari tahu siapa penyebar dari Informasi tersebut ?


Ketika kita sudah bisa menemukan siapa saja sich yang ikut berperan dalam ikut menyebarluaskan informasi di internet? Dan ternyata dari pertanyaan tersebut kita bisa sedikit tahu bahwa fakta yang ada menyebutkan di hampir seluruh dunia saat ini mayoritas masyarakat sudah bisa menyebarluaskan tulisan mereka melalui internet dengan media bernama, Blog, website pribadi, forum, Jejaring Social, dan masih banyak lagi cara mereka untuk bisa menulis dan menyebarluaskan informasi mereka melalui internet. Terlebih saat ini dengan banyaknya kemudahan yang bisa diperoleh masyarakat untuk bisa mengakses internet. Bahkan dari genggaman tangan melalui Handphone yang sudah terkoneksi inbternet, seseorang bisa berinternet ria dimana dia berada, bahkan di pelosok desa sekalipun.


Dari ulasan tersebut diatas kita bisa menyimpulkan bahwa begitu banyak orang dengan karakter, golongan, organisasi dan berbagai jenis komunitas tertentu sehingga mereka ikut dan menjadi bagian dari penyebab membludaknya "sampah informasi" seperti yang dimaksud temanku. Sehingga dari hal tersebut bisa kita tentukan dengan cara membandingkan siapa orang yang lebih Dominan atau mendominasi dalam menyebarluaskan informasi di Internet tersebut.


Jadi kemungkinanya bisa kita persempit menjadi Tiga kemungkinan besar (walaupun ada kemungkinan yang lain);


Kemungkinan Pertama, Jika mereka yang mendominasi dalam berperan menyebarluaskan informasi melalui internet merupakan orang-orang yang menulis hanya asal menulis, kemudian tidak memiliki dasar teori jelas, bahkan kadang mereka menulis hanya ingin bernarsis ria, dan yang sejenis maka secara otomatis informasi yang di internet akan di dominasi oleh kelompok tersebut atau yang sejenis.


Kemungkinan Kedua, Jika masyarakat penyebar informasi tersebut di dominasi oleh kaum intelektual seperti dosen, pelajar, mahasiswa, profesor, ahli, peneliti dan orang-orang sejenis maka informasi yang ada di internet bisa berisi lebih banyak tulisan atau informasi dari kelompok orang-orang seperti itu tadi. Itupun dengan catatan orang-orang tersebut benar-benar komitmen menulis seperti yang saya maksud.


Kemungkinan Ketiga, Jika kemungkinan pertama dan kedua tidak terjadi, maka kemungkinan ketiga adalah kemungkinan seimbang, artinya informasi yang ada di internet tidak di dominasi oleh salah satu dari kedua kelompok tersebut diatas, dan kemungkinan ini bisa terjadi ketika kedua kelompok tersebut diatas selalu dan selalu bersaing untuk mencoba menyebarluaskan informasi melalui internet.




  • Solusi Untuk Mengurangi Membludaknya "Sampah Informasi" di Internet


Dari ulasan panjang lebar diatas sebenarnya sudah sangat jelas, untuk bisa mengurangi membludaknya "sampah informasi" sebagaimana dimaksud teman saya adalah dengan cara mengajak para orang-orang yang mengaku kaum dan golongan intelektual untuk mengajak mereka aktif menulis di Internet dengan keahlian dan keilmuan mereka yang mereka klaim sebagai informasi yang pantas dan layak untuk dijadikan konsumsi publik ( padahal belum tentu klaim ini BENAR! ) sehingga informasi dalam bentuk tulisan mereka di Internet bisa mendominasi informasi yang beredar luas di Internet.


Tapi itu menurut saya masih menjadi mimpi untuk para mahasiswa khususnya yang ingin mencari referensi-referensi ilmiah di internet karena ternyata di lapangan khsusunya di Indoensia, dosen-dosen kita dan guru-guru kita serta kalangan ahli dan profesional masih malas menulis dan menyebarkan pengetahua mereka di Internet dengan berjuta alasan mereka, sedangkan dilain pihak, masyarakat di seluruh dunia di setiap menit dan mungkin detik selalu menyebarluaskan informasi dalam berbagai bentuk infoermasi termasuk juga didalamnya mungkin adalah "sampah informasi".



Dan untuk mengakhiri tulisan ini saya hanya ingin menggaris bawahi bahwa pemaknaan sampah informasi yang banyak dikeluarkan oleh segelintir orang jangan menjadikan masyarakat kita yang lain untuk takut dan "minder" untuk terus menyebarluaskan informasi di internet selama itu mempunyai manfaat. Karena mungkin informasi yang kita tulis dianggap "sampah informasi" tapi disisi yang lain mungkin juga informasi tersebut justru dianggap "berlian informasi" yang sangat berharga untuk pembacanya. Dengan demikian tidak perlu mencari siapa yang salah, tapi mari kita secara bersama-sama terus berbagi informasi yang bisa memberi manfaat untuk banyak orang.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.