Peran Facebook Dalam Melestarikan Ribuan Bahasa Daerah

Group MinangMungkin saat ini Facebook mulai dilihat dari sisi negatifnya, ini mungkin dikarenakan adanya pemberitaan media yang baru-baru ini sering memberitakan tentang bahaya dari facebook itu sendiri. Beberapa kasus tersebut misalnya kasus yang menimpa Nova yang kabur bersama teman kenalanya di facebook dan bahkan dalam pelarianya tersebut, sang gadis belia itu sempat melakukan hubungan layaknya suami istri. Baru saja kasus Nova usai, muncul kembali kasus hilangnya mahasiswi di salah satu Universitas terkenal di Semarang juga hampir mengalami hal yang sama, mahasiswi tersebut hilang dari kostnya yang diduga juga karena teman kenalanya di Facebook. Dan mungkin masih banyak lagi kasus-kasus lain yang tidak atau belum terungkap oleh media.


Namun dari sisi buruk tersebut, saya ingin mengajak pembaca melihat kembali sisi positif dari facebook sebagai jejaring social yang memiliki nilai dan banyak manfaat, sebagaimana sebelumnya facebook telah ikut berperan dalam membangun opini public dan membangkitkan kesadaran social masyarakat Indonesia dalam kasus Ibu Prita dan juga Si Mungil Balqis, yang dengan peran jejaring social ini, banyak orang ikut membantu mereka.


Dan selain dari manfaat dan bukti dari kedua hal tersebut, ada nilai positif yang mungkin masih jarang kita lihat yaitu Peran Facebook dalam melestarikan budaya bahasa daerah di Indonesia.


Sebagai tambahan informasi bahwa tahun ini (2010) merupakan tahun dimana Hari Bahasa dIbu International diperingati, dimana pada tahun ini perayaan hari bahasa Ibu International di Indonesia akan diselenggarakan sebuah Seminar International yang memiliki Tema Menyelamatkan bahasa Ibu sebagai Kekayaan Budaya Nasional dari Kepunahan. Acara itu sendiri rencananya akan di laksanakan pada tanggal 19-20 Februari 2010 di Balai Bahasa Bandung.


Menyikapi acara tersebut saya hanya ingin ikut berkontribusi pemikiran saya bahwa untuk melestarikan bahasa daerah yang begitu banyak sekali di Indonesia memang dibutuhkan peran dan partisipasi masyarakat itu sendiri termasuk dengan menggunakan bahasa Ibu, Namun sebenarnya ini bisa diperluas bukan hanya dengan menggunakan bahasa Ibu semata namun melalui bahasa daerah yang mungkin ribuan jumlahnya. Dan salah satu cara dan media yang tepat dan mudah adalah melalui jejaring social bernama Facebook ini. Mengapa demikian ?



Facebook sebagaimana kita tahu merupakan situs jejaring terbesar saat ini, dimana didalamnya bisa kita temukan berbagai jejaring social dari teman-teman alumni sekolah, gerakan social, dan termasuk didalamnya adanya group atau komunitas antar daerah dimana rata-rata dalam group atau komunitas daerah tersebut masing-masing menggunakan bahasa daerah masing-masing. Dari group facebook yang menggunakan bahasa Batak, Bugis, Sunda, jawa, Dayak, dan mungkin ribuan bahasa daerah yang berbeda-beda tapi tetap dalam kesatuan berbahasa satu bahasa Indonesia seperti yang diamanatkan dalam sumpah pemuda.

Sehinga dengan demikian, mereka yang saat ini mungkin tidak berada dalam sebuah daerah kelahiran mereka karena mungkin sedang bekerja atau belajar diluar daerah maka dengan mengggunakan dan memanfaatkan facebook ini bisa menyambung komunikasi mereka dengan orang-orang sedaerah mereka dengan daerah masing-masing.



Kita bisa bayangkan betapa banyak sekalai group komunitas antar daerah di facebook ini yang mungkin di setiap Kabupaten saat ini Pasti sudah memiliki Group kabupaten/kota mereka masing-masing bahkan mungkin sudah banyak juga yang memiliki group hingga di tingkat kecamatan dan desa.

Dari banyaknya group daerah tersebut sebenarnya hanya butuh sedikit energy dari pihak terkait untuk memberikan pemahaman terkait peran mereka (komunitas group facebook daerah) untuk selalu melestarikan budaya dan khususnya bahasa dari daerah masing-masing dan pastinya tanpa melupakan prinsip Walau berbeda-beda bahasa, bahasa satu Tetap Bahasa Indonesia.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.