Pajak untuk PSK, Perlukah ?

Beberapa hari yang lalu Pemerintah Kota Batam berencana mengeluarkan kebijakan yang isinya akan mengenakan pajak kepada PSK sebesar 10% dari setiap kencan dengan para lelaki hidung belang. Walaupun masih sebatas rencana, kebijakan yang menurut Kabag Humas Pemkot Batam dinilai wajar-wajar saja ini kontan menuai reaksi di berbagai wilayah.


Reaksi tersebut sangatlah wajar karena ketika kebijakan itu dibuat, itu sangat bertentangan sekali dengan hukum yang berlaku di semua agama bahwa semua agama di Indonesia sudah memastikan dan menyutujui bahwa setiap pebuatan pelacuran itu merupakan sesuatu yang dilarang dan diharamkan, sehingga dengan demikian jika aturan tersebut diberlakukan, itu berarti mereka seolah melegalkan dan menghalalkan yang namanya pelacuran.


Ini sangat IRONIS dimana beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), relawan kemanusiaan, dan juga seluruh masyarakat di Indonesia sedang berusaha melakukan cara-cara dan solusi bagaimana pelacuran di negeri ini berkurang dan memberikan paraPSK pelatihan-pelatihan ketrampilan dari elatihan menjahit, salon, memasak, bikin roti, dan pelatihan-pelatihan yang bisa bernilai ekonomis dan bisnis sehingga diharapkan para PSK tersebut nantinya bisa meninggalkan pekerjaan yang memang di larang oleh semua agama dan aturan adat-istiadat manapun, tapi anehnya, Pemkot batam malah berbuat sebaliknya yang justru dengan rencana itu nantinya bisa dipastikan mereka para pelacur dan lelaki hidung belang itu akan merasa nyaman melakukan bentuk maksiat tersebut.


Saya juga sangat menyayangkan rencana tersebut karena masih terlalu banyak potensi-potensi di negeri ini yang bisa memberikan pendapatan pajak yang tinggi jika di kelola dengan baik, dari potensi Alam seperti hasil hutan, laut dengan kekayaan ikan terbesar di dunia, wisata alam, hasil kerajinan-kerajinan anak negeri yang berpotensi menembus pasar internasional, dan masih banyak lagi potensi negeri ini yang jika dikelola dengan baik dan benar serta tepat guna PASTI akan memberikan pendapatan pajak yang LUAR BIASA BESAR dan bisa di manfaatkan untuk pembangunan dan kemajuan negeri ini.


Dengan demikian pemkot batam dalam hal ini tidak perlu memiliki rencana yang menurutku terlihat sangat kurang bijak karena Potensi dan kekayaan alam negeri ini yang begitu besar dan beragam kurang dimanfaatkan dan diberdayakan serta kurang digarap dengan baik lagi maksimal, tapi PSK yang seharusnya dilarang dan dikurangi keberadaanya malah akan di kenakan Pajak !

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.