Deklarasi Nasional Demokrat Wujud Kekecewaan Surya Paloh di Golkar?

Satu lagi organisasi di Indonesia di bentuk, Nasional Demokrat namanya. Nasional Demokrat sepertinya akan menambah jumlah daftar Organisasi Masyarakat di Indonesia dan sangat menuntut kemungkinan jika organisasi ini nantinya akan berubah menjadi partai politik dan ikut dalam pemilu 2014, walaupun pada deklarasi kemaren Surya Paloh menyatakan jika Nasional Demokrat ini tidak akan dijadikan partai politik.


Ungkapan semacam ini bagi saya sangat wajar dan lumrah karena masih awal, tapi buat saya pribadi tidak heran dan kaget dengan pemikiran orang-orang seperti ini. Mereka yang sudah terbiasa bermain dalam politik selalu mengawali perjuangan untuk mendapatkan kekuasaan berawal dari seperti ini.


Sebagaimana kita tahu bahwa Surya Paloh merupakan kader Golkar yang pada saat pemilihan Ketua Umum Golkar kemaren kalah dengan pesaing utamanya yaitu Aburizal Bakrie sebagai pemenang dalam pemilihan ketua umum Golkar.


Dari sini saja secara Psikologis sudah bisa di cerna bahwa ada kemungkinan Surya Paloh kecewa dengan kekalahanya sehingga mungkin saja beliau merasa jika beliau kurang dihargai jasa dan perjuanganya selama bergabung dengan Golkar.


Namun jika Surya Paloh saat ini secara langsung dan terang-terangan ingin keluar dari Golkar tentunya rakyat akan begitu mudah bahwa Kekecewaan Surya Paloh ini sangatlah Nyata, maka untuk menghindari hal tersebut, deklarasi Nasional Demokrat mungkin adalah cara yang tepat untuk menghindari dugaan tersebut.


Namun saya sangat yakin, jika nantinya melalui Nasional Demokrat ini Surya Paloh mendapatkan banyak dukungan dan di dukung dengan usaha kerja keras beliau untuk "menghipnotis" banyak orang supaya simpati dengan apa yang beliau lakukan ini maka sangat dimungkinkan Surya Paloh akan mengatakan,


"Karena dengan banyaknya masukan dan dukungan dari rakyat, maka dengan ini Nasional Demokrat resmi menjadi Partai Politik dan Siap bertarung di pemilu 2014".


Kemungkinan tersebut diatas sangatlah mungkin terjadi karena pada kenyataanya masih banyak mental-mental politikus negeri ini masih beranggapan bahwa untuk membangun negeri satu-satunya cara hanya dengan KEKUASAAN, sehingga segala macam cara mereka lakukan.


Tapi yang harus jadi kita renungkan bersama adalah, Apakah benar ungkapan jika kita bisa ikut berpartisipasi membangun bangsa dan negara ini hanya dengan kekuasaan. Jangan-jangan nanti ketika sudah jadi partai politik sekalipun, ujung-ujungnya anggota parpolnya juga korupsi juga ???

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.