Kontroversi Pesawat Khusus Kepresidenan

Mungkin kabar terkait di putuskanya pembelian pesawat khusus kepresidenan oleh DPR belum begitu mencuat, namun kabar ini oleh beberapa pihak sudah langsung menimbulkan kontroversi, Jika menurut DPR yang telah menyetujui terkait rencana pembelian pesawat khusus kepresidenan ini menyatakan bahwa hal ini dilakukan untuk menghemat biaya sewa pesawat yang selama ini dinilai sangat mahal, sehingga dengan perhitungan dan pertimbangan ini maka DPR menyetujui tentang rencana pembelian pesawat kepresidenan ini, selain alasan itu DPR juga menambahkan alasanya bahwa dengan adanya pesawat kepresidenan ini nantinya diharapkan kerja presiden menjadi lebih cepat, efective dan efisien dalam melakukan kunjungan kerja yang membutuhkan pesawat sebagai kendaraanya.


Sedangkan dari kubu yang kurang sependapat dengan DPR tentunya para Organisasi masyarakat yang menilai bahwa rencana pembelian pesawat khusus kepresidenan ini dikarenakan waktunya yang belum tepat karena keadaan Indonesia saat in9i belum seperti negara-negara yang saat ini sudah memiliki pesawat khusus untuk presiden, Negeri ini masih begitu banyak memiliki masalah-masalah sosial yang berbanding berbalik dengan keadaan para pejabat. Kemiskinan, pengangguran dan masalah sosial yang lain masih banyak di negeri ini sehingga dikhawatirkan mengundang emosi masyarakat bawah. Terlebih baru-baru ini rakyat juga masih banyak kecewa dengan beberapa kebijakan pemerintah terkait pengadaan mobil mewah untuk para menteri dan beberapa waktu yang lalu terkait pembiayaan pagar Istana yang begitu mewah ditambah lagi soal terkait biaya renovasi rumah mewah untuk anggota DPR yang semua itu membutuhkan biaya lebih besar lagi yang secara ootomastis itu merupakan pemborosan uang rakyat juga.


Terkait kontroversi tersebut saya pribadi menilai memang pemerintah dan DPR dan semua yang terkait dalam mengeluarkan kebijakan terkait pesawat khusus kepresidenan ini harus benar-benar ditentukan dengan pertimbangan yang benar dan tidak merugikan rakyat. Terkait tentang hitung menghitung antara lebih boros dan lebih hemat pembiayaan ketika pesawat kepresidenan sewa dengan ketika pesawat kepresidenan dimiliki secara khusus, hal ini juga harus dilakukan penghitungan yang matang dan bukan penghitungan asal-asalan sehingga nantinya bukan menjadikan lebih hemat, akan tetapi justru jauh lebih boros dibandingkan dengan sewa.


Pertimbangan yang lain tentunya terkait efektifitas kinerja Presiden, Saya pikir yang harus dijadikan "Pathokan" Utama oleh presiden dalam mendukung kinerjanya sebagai presiden janganlah hanya diukur dari masalah pesawat sewa atau milik sendiri saja namun seharusnya Presiden menggunakan "Pathokan" lain yang sebenarnya jauh lebih banyak, Misalnya seorang presiden untuk lebih efektif dalam melakukan kinerjanya bisa saja dengan cara lebih "MEMAKSA" para pembantu presiden dalam hal ini para menteri yang ada di setiap lini bidang harus DI PAKSA bekerja dengan sungguh-sungguh sehingga kemajuan dari setiap bidang yang dipimpin oleh para menteri itu bisa menghasilkan kerja dan hasil kerja yang nyata sehingga banyak kemajuan-kemajuan di setiap lini bidang.


Dan mungkin masih banyak lagi cara agar kinerja seorang presiden itu jauh lebih hemat dan efectiv dibandingkan hanya dengan membandingkan efetivitas dan penghematan dari disediakanya pesawat khusus kepresidenan. Dan menurut saya pribadi, selama ini bukankah kunjungan presiden juga paling banyak hanya berkunjung dan berpidato dan kemudian melakukan koordinasi dengan pemimpin-pemimpin di daerah, bagaimana meninjau hasil kinerja mereka di daerah dan yang terkait hal itu saja bukan ?



Dan menurut saya sebenarnya itu semua bisa dilakukan dengan cara yang lain, misalnya dengan memanfaatkan teknologi teleconfrence kepada pejabat-pejabat negara di daerah menurutku itu jauh lebih efective dan jauh lebih menghemat biaya uang negara. Walaupun kunjungan itu penting tapi jika kunjungan itu hanya sebatas "Ceremonial" saja itu bukan hanya pemborosan uang negara melainkan juga bisa dikatakan sebagai penghianatan atas fasilitas negara.

146 komentar

tarto mengatakan...

wah ceritanya itu mungkin saking keteledoran sang kakek cos gak segera di bawa ke rumah sakit, hem....

kalau gaib ya begitu lah

Nita Kurnia mengatakan...

Keliatanya sudah sulit dapatkan pemuda yg peduli terhadap desanya seperti mas Ari ...

Semoga saja banyak yang mendapat Inspirasi dari cerita ini, termasuk aku ...

makasih yach atas cerita dan pesan moralnya ...

Cholis mengatakan...

wah ne bagus sekali, secara tidak
langsung mengajarkan kepada
anak2 to mencintai alam sekitarya.
to jg sebagai sarana pendidikan
baik formal or non formal.
dengan demikian pola pendidikan
kita harus di ubah, jangan hanya
mencetak anak to harus menjadi ini,
harus dalam pendidikn formal, anak
diberikan kebabasan dalam arti
diarahkan yg benar....

cholis mengatakan...

boleh jg ri???

indah mengatakan...

teruskan programnya?
biar anak bangsa menjadi pintar dan mempunyai pola pikir lebih maju menyongsong masa depan:]

nisrina191108 mengatakan...

salut pengorbanannya
mudah-mudahan ada balasannya ya....
ikutin juga ceritaku di :

http://nisrina.blogdetik.com/

dasir mengatakan...

Wah piknik euy, dah lama nih g piknik. Jadi pingin mas ari.

nakrook mengatakan...

lain kali wisata ke lombok aja mas.. hhaha

sunarno mengatakan...

foto-fotonya bagus banget

Desri Susilawani mengatakan...

terharu nih...inget waktu masih single dulu, ngasuh anak2 di TPA dan jalan2 kayak gitu...seru!

rumahkayu mengatakan...

salut dengan semangatnya ari... andai saja banyak orang bersedia turun tangan seperti ini dan memberikan pendidikan dan pencerahan pada anak- anak, tentu akan ada banyak kemajuan di sekitar kita...

dan, pemandangannya indah sekali ya, di atas sana...


d.~

HumorBendol mengatakan...

Wih...ngeri banget bang??
antara percaya dan tidak. Ternyata hal-2 seperti itu memang ada ya bang....dan anak paman abang jadi korbannya. Apalagi dia mengotorinya juga gak sengaja.
duh...senengnya rame-2 gitu
Makasih bang...

Miftahur mengatakan...

Ceritanya Back to Nature yach... :)

sakurata mengatakan...

Seru ! Jadi berkhayal, kapan ya si Kecil bisa diajak berpetualang.. !

vitriya mengatakan...

wahh .. makin siiipp aja ..

dini mengatakan...

Loh,,,
ko jadi nyasar!!!
tadinya mu nyari tempat bwt wisata,,,eh malah ke'blog:]
tapi setelah baca jadi seru juga ya kayaknya berwisata sambil bermain di alam terbuka!!!
tapi d'palembang ada gak ya yang seindah di jawa???
ja di terinspirasi!!!

dasir mengatakan...

Ini kontes ya ri?

jilena mengatakan...

jadi pengen ke sana.. :)

Makin Salut sama kamu, Ar!

warm mengatakan...

ahh, lokasinya keren abis mas !!
ntar kapan2 pengen maen ksana ah

tina mengatakan...

tidak mudah memberikan pelajaran pada anak2!!!
apalagi di ruangan yang tertutup, membuat anak bosan.
ternyata, mas ari punya konsep yang berbeda!
HEBAT?
Selamet ya?
mudah2an semua orang mengikuti jejak mas ari.

Bejo mengatakan...

Menarik. Inspiratif. Pembelajaran yang mirip dengan yang pernah di filmkan, Laskar Pelangi misalnya. Namun sedikit bedanya adalah Ari menggunankan alat modern, sedangkan dalam Film laskar pelangi murni dengan alam.

Semangat Mas Ari, Saya mendukungmu untuk hal-hal semacam ini.

aziza mengatakan...

patut dijadikan contoh ne... untung pas narsis didepan makam "si penunggu makam" g ikutan mejeng y hehehe :)

aziza mengatakan...

mas ari...gimana crnya kasih deskripsi dibawah image y..sy rodo mumet ne

sepriyadi mengatakan...

HEBAT!!!
Seru cara belajarnya. tapi kalau kehujanan gimana?
Oy, kalau bisa saya kasih saran: "bikin proposal" siapa tahu bisa memberikan lebih pada anak2 perpustakaan cah n deso!!!

ya itu saran az:]
Kemudian,kok ada "COET & MUTU" ???
PADA NG'RUJAK ya?
Nyam,,,Nyam,,,!!!

andi mengatakan...

setelah membaca dengan seksama,,,beruntunglah anak-anak yang menjadi anggota perpustakaan Cah_Ndeso.
Hm,,,bisa belajar di ruangan yang terbuka, sambil berwisata, tidak akan merasa bosan apabila sambil bermain/melihat alam sekitar!!!

jadi dapat inspirasi.

zulhaq mengatakan...

luar biasa!!!!
salut atas perjuangan dan usahanya untuk memajukan mereka :)

semoga tetep semangat, dan gak hanya berhenti sampai disini amien...

pia mengatakan...

yg serem'' sekarang uda lewat!!
Yang penting pan kita niat baek aja, right?

Btw lokasinya keren yha, lama nggak naik naik kepuncak gunung gitu, kangennnn, apalagi kalo rame'' begitu

Sukses selalu deh buat mas ari

coolk45 mengatakan...

Asyik tu sob... bergaul dengan anak2 menyenangkan sekali
seakan mau mengulang dunia anak2

Pinky mengatakan...

wisata,cari ilmu dan mengenal alam
mmm....nice pic lagi

tetep semangat ya mas ^_^

rizkysutji mengatakan...

sebaik-baiknya ilmu adalah ilmu yang bermanfaat bagi sesama..
Semoga ini menjadi inspirasi bagi saya dan teman-teman yang lain :)

Pencarian mengatakan...

wah asyiknya kebersamaanmu, aku bangga padamu bisa berbagi dengan anak-anak, merintis perpustakaan sambil ngajarin mereka, Sayangnya di rumahku cuman banyak buku-buku untuk orang dewasa aja, kalau punya buat anak-anak tak kirimin lewat tiki :smile:

tisafitrira mengatakan...

wah... hebat mas ari...
bisa jalan2 plus berbagi ilmu dan pengalaman bareng anak kecil sebanyak itu, gag kerepotan mas, butuh relawan tambahan kah ^^?
semoga bisa trus konsisten dalam mengembangkan perpustakaan dan pendidikan internet dan komputer gratis utuk anak2

mebelanda mengatakan...

anak2 di gunung tahu internet juga ya.

narno mengatakan...

perpaduan acara yang mengasyikkan

beruangqutub mengatakan...

idenya bagus sekali, mencoba berbuat untuk sesama, berbagi pengetahuan.

thx atas tambahan inspirasinya...

Bahrun Ali Murtopo mengatakan...

wah mantap bung kalo gerakan ini bisa terus di kembangan sampe tingkatan daerah. apa lagi kembali kekapung asal lahir .asik bung.....kapan kembali kedaerah.buat program itu he he kebumen

Bahrun Ali Murtopo mengatakan...

kapan bung kami ajari ngeblog dong he he

delonelybie mengatakan...

i...waw.... :mrgreen:
mantap banget nie postingannya...
ntar saya berkunjung ke sana...
jadi pemandu wisata saya ya... ^^

zaenal8 mengatakan...

wah seneng ya.. bisa bikin acara spt. itu,,, saya baru tahu kalo mas ari ini bikin bimbel gratis.. iya saya juga bikin di kampung saya tapi sekarang dah pada selesai dan sekarang lg nganggur... :-)

sebenarnya masih banyak anak-2 kampung saya yang belum kebagian jatah belajar tapi mak saya minta jatah uang listrik 20.000 per anak jadinya banyak yang nggak jadi belajar padahal saya lg semangat ngajar.

achoey mengatakan...

lama gak apdet ya?
:)

Ikutan Ngeblog mengatakan...

hmmm.... pasti seru tuh..
tapi tuh aku baca tulisannya kok banyak yang ketutup ya? kepotong...

ajeng mengatakan...

Subhanallah.. Semoga Allah senantiasa melimpahkan ridho dan rahmad-Nya untuk kegiatan mulia ini
Salam,terima kasih sudah mempir ke blog saya..

Game Logika Online Menantang mengatakan...

aku juga orang desa kokk. . . .. .

perjalanan yang menyenanglkan. . .:D

Sazka mengatakan...

wah wah rame bgt nih ...

udh lama yg gk nge blog . contest paan nih ? blh tau ? :mrgreen:

Sazka mengatakan...

wa tulisannya kakak meng-inspiratif bgt ya :D


mengajarkan anak2 utk ramah dgn alam! tp kok cerita ttg anak pamam kak ryu serem ya :( jd takuut

tp udh bagus kok ! good luck ya ;)

peter lau mengatakan...

hi, salam kenalmari kita terus menjaga alam ini

Cloud mengatakan...

wah keren pemandangannya.. jadi inget rumah..

paijos mengatakan...

andaikan disetiap tempat ada orang seperti mas Ari. Insya allah Indonesia maju dan sejahtera. tetep semangat dan selalu dalam lindunganNya. Amin.

Marita mengatakan...

wah mulia sekali paman q ini . .
inspiratif . . . .
andai aja orang seperti mas ari ini ga cuma 1 . .
pasti negara ini udah maju lebih baik

Aisha mengatakan...

Wah,sangat sulit sekali ngakses web ini bro.Aborted melulu.Kenapa ya?

Tina mengatakan...

lag cari tempat liburan sama mbah google malah dianter kesini :D

Itu tempatnya kayak amsih alami banget yach,,,,
Seandainya wisata liburanku kali ini bisa seperti kisah penulis ini ....

Makasih yach atas cerita inspirasinya ...

Blackcoffee mengatakan...

Cerita yang menarik mas... Top bgt...

Alfaro Lamablawa mengatakan...

ck ck ck saya perlu belajar dari Paman...
great...
selamat tahun baru 2010
willingness to do more!!

wahyu mengatakan...

di yogya daerah mana ini ya pak?

putra pantura mengatakan...

Biar lebih bergengsi gitoe lho!Q setoedjoe adja njang penting ga maloe-meloein, Biar ga kalah ama sosok RI-1.

Wempi mengatakan...

apa saja yang diputusken pasti kontroversi di negeri ini :lol: terlalu banyak yang vokal, no contribute.

Mas Ben mengatakan...

Setubuh sama Wempy. Eh Setuju dink :)

Mas Ben
http://bentoelisan.blog.com

kahaanwar mengatakan...

Negara ini mirip cerita wae..yang di atas sibuk cari fasilitas yang bawahan sibuk memfasilitasi..wis dikukuti yo

supriatno mengatakan...

saya Setuju aja mas, mungkin untuk Keselamatan Presiden harus terjamin. Tapi harus di Audit juga tuh, agar transparan !

Amri Shodiq mengatakan...

Gak setubuh. Boro-boro beli pesawat lagi. Saat ini saja presiden dan wakil sudah dapat hak istimewa untuk menggunakan bandara halim perdana kusuma. Paling nggak kan itu sudah bisa diartikan, presiden sudah punya bandara khusus. Biaya pesawat ditanggung negara, kalau pesawat keprisidenan, biaya juga ditanggung negara. Lalu apa yang berubah?

Yang berubah hanyalah, menambah pengeluaran negara untuk beli pesawat dan maintenance-nya. Dan belum tentu kasus rumah dinas TNI tidak berulang pada pesawat keprisidenan, mengingat prisiden kan juga bekan TNI toh. Ada kemungkinan kebiasaannya masih mirip-mirip.

Kalau sudah pensiun, anak istri masih merasa memiliki rumah dinas, mungkin juga pesawat dinas. Yang membiayai? Tetap negara kan?

anny mengatakan...

Kita positif thinking aja dan segala sesuatu memang harus transparan dan kita dituntut jangan berpikir pakai emosi saja namun lihat kebijakan2 yang kita tidak tahu, dan kita lihat bagaimana pertanggungan jawab pemerintah terhadap keputusannya, kita berharap yg terbaik yang didapat semua pihak

asmarie mengatakan...

serbu...eh salah setuju ,mas
hehehe....

renjana mengatakan...

boleh deh..

aguskusuma mengatakan...

yang penting transparan dan gak di mark up, saya sih setuju aja,...

anjari mengatakan...

Yang perlu diperhatikan;
1. Perlu dan mampu: jika memang perlu, belilah sesuai kemampuan, tak usah berlebihan.
2. Proses transparan dan akuntabel; jgn korupsi dan kolusi.
3. Manfaatkan dengan optimal dan semestinya.

Salam ngeblog dg rasa

anti demokrasi mengatakan...

yg kemaren mobil mewah, sekarang pesawat. Jenenge pemborosan iki, ra eleng wong cilik sing sedina durung karuan mangan. Kalo SBY ngaku pemimpin dan KTP nya bertulis "agama:Islam". Baca tuh QS At-Tiin. Dibaca yg bener, terus direnungkan. Inget akhirat "Pak Peye"

aba jelo mengatakan...

Pak Presiden....Lakukan apa yang kau Mau...toh juga anda sudah punya Bamper dgn "gemuknya" kabinet anda dan yg paling kuat bampernya adalah koalisi suara Parlemen yg begitu besar. Jd hampir pasti anda "aman" dan "yakin sampai kesana". Pak Presdien SELAMAT BERBUAT SEMAUMU!!!

deliastrawberry mengatakan...

biar bapak presidennya lebih aman dong mas :D
lagian ya masih mikir beli pesawat kepresidenan, knp ga mikir hal lain yg lbh penting ya? herman bener :P

Dar mengatakan...

menurut saya sah2 saja kl mau beli pesawat kepresidenan..kl duitnya ada kenapa enggak dari pada nyewa terus kan bayar jg, yg penting bermanfaat untuk tugas kenegaraan...dari pada di korupsi terus mendingan di beliin barang, yg penting si presiden kerjanya beneran bilangin ke mentri2 nya dan jajarannya untuk tidak korupsi uang negara, inget juga rakyatnya masih butuh bantuan pemerintah....

annosmile mengatakan...

setuju dan tidak setuju
berharap kinerja presiden lebih baik lagi...

bknpresiden mengatakan...

Transparan? asiik bisa liat paha pramugarinya dari luar hehehehe. Dan berhubung belinya pake duit rakyat semua rakyat diperbolehkan tanda tangan di bodi pesawat.

100 hari = 100 fasilitas

jumialely mengatakan...

Lihat dari segit positif, sebagai kebutuhan utama atau tidak. Mungkin kalau naik pesawat komersial bolak balik juga biaya akan tetap jadi kritikan. tapi... harus diperhatikan juga, sudah seimbangkah pemenuhuhan kebutuhan terhadap pemerintah dan pemenuhan kebutuhan terhadap rakyat. That all

salam

andri mengatakan...

Amerika saja punya "Air force One", Indonesia juga boleh lah...

untung mengatakan...

selama ini nggak pake khusus aje ini lancar kok,
jangan-jangan ......????
Nggak tahu deh ..... tapi kamu pasti tau...
bravo

pemborong mengatakan...

wah, asik nih, ini proyek, berarti kaya lagi, negara ini khan miliknya yang berkuasa, biar bicara apa pasti ngak di dengar deh, apalagi lagi atas nama rakyat, itu mah bulshit, rakyat mana?, hhuahahahahaa....pokoknya mau beli pasti beli, mumpung jadi presiden, kesempatan nikmati fasilitas. huahahahahaha....

ts mengatakan...

waaaah... proyek baru lagi neh, mungkin karena sedang carut marut bank century jadi agak kontroversi kali ya mas, hehe... yg jelas kata seknek biaya sewa lebih mahal dari pada belinya... Waahhh biar keren.

thopo mengatakan...

dari dulu namanya sewa mang lebih boros daripada beli sendiri :D

Genx mengatakan...

Beli dah sono.......duit negara ini repot amat kn nti jg anak cucu kita yg nanggung utangnya,...tul to....hehe...1000X

budi mengatakan...

kalo menurutku sih boleh boleh aja..tetapi perlu dilihat dulu belinya karena apa..untuk efesiensi atau sekedar pamer. kalau utuk efesiensi menurutku kurang tepat, karena sekali beli tuh pesawat maka segala macam biaya akan timbul, mis maintenace pesawat, crew pesawat, dll, dan juga utilisai pesawat tidak maksimal dalam arti kata banyakan nongkrongnya.., tapi kalo sekedar pamer sih..terserah....

sunu mengatakan...

beli aja lah gitu aja repot.....

melly mengatakan...

gak tau lah..
lakukan aja mana yg lebih baik..semoga gak berguna dan gak merugikan org lain..hehe
klo emang perlu kenapa gak?

melly mengatakan...

*semoga berguna


(salah ketik) hehe

satrio paningit mengatakan...

Selama lelaku saya, saya hanya gedeg-gedeng (kayak robot gedeg), lihat rakyat makan nasi aking, eh penjabat naik mobil mewah sambil njengking. lihat rakyat jadi melarat eh malah Mr. Pepsodent malah milih-milih pesawat...wah..wah..jadi batal lelaku untuk mencapai polpres nanti

an9el mengatakan...

yahhh..bakal ada demo lagi nih :(
bosan dgn smua kontroversi di negri ini
rie..pokeran aj yuuuk :D

sukmayazlatan mengatakan...

nyesel saya coblos SBY.....

ALRIS mengatakan...

Maka berlombalah jadi pejabat biar menikmati semua fasilitas kelas satu. Rakyat urusan sekian setelah urusan pribadi. @ sukmayazlatan :saya gak nyoblos sby, jadi saya gak ikut kontribusi menaikkan mereka, hehehe...

Agus mengatakan...

Saya sependapat dengan kalimat pada bagian akhir posting: "Walaupun kunjungan itu penting tapi jika kunjung an itu hanya sebatas Ceremonial saja itu bukan hanya pemborosan uang negara melainkan juga bisa dikatakan sebagai penghianatan atas fasilitas negara."
Dan saya punya kekhawatiran serupa dengan komentar Budi: "..sekali beli tuh pesawat maka segala macam biaya akan timbul, mis maintenace pesawat, crew pesawat, dll, dan juga utilisai pesawat tidak maksimal dalam arti kata banyakan nongkrongnya..,"

fadly mengatakan...

setuju...masa presiden ga ada istimewa2nya..

malu dong nyewa garuda terusss..kalo punya khusus presiden sendiri kan asik.

quinie mengatakan...

wew.. sekali lagih sayah ketinggalan berita. dooohh.. kalo mereka beli pake duit sendiri, gimana? hanya usul doang kok :D

Suseno mengatakan...

Pesawat kepresidenan lanjutkan Tunjangan profesi guru hentikan saja atau beban mengajar ditambah jadi 36 kam tatap muka setuju SETUJUUUUUUUUUUU.

Lamunadi mengatakan...

Ujung-ujungnya kan duit juga. Klo bli pesawat itukan artinya sebuah proyek, nah proyek ini bisa menghasilkan uang jajan tambahan ..... :)

Salam. 8-)

bungmario mengatakan...

Saya juga setuju, karena untuk kepentingan negara. Yang penting semua teraudit dengan rapi, jangan cuma transparan, tapi terbuka. Seperti laporan-laporan perusahaan di media massa, suka ada tuh laporan tahunan PT.A atau PT.B. Nah seperti itulah seharusnya.

Trus kita juga harus bersyukur dan bisa jaga diri dan omongan kita. Kita ini bisa apa? Bisanya menghujat, dan lain-lain.

Kita saja belum bisa menciptakan lapangan kerja, bisanya cuma mencari kerja. Hehehe

Kita bekerja saja dengan baik. Beribadah dengan baik.
Jadi orang baik. Semoga Allah SWT merindhai. Amin.

Namaku Joe mengatakan...

Singkat aja.
Kalau mau makan sate atau sop kambing, kenapa musti melihara kambingnya?

dhamar mengatakan...

sense of crisis-nya SBY = 0

islamarket.net mengatakan...

perlu juga pake itu. Keamanan dan kenyamanan memang diperlukan buat orang BESAR. Kalo Anda orang kecil? nggak usah pingin pesawat.mendingan beli pesawat-pesawatan. hihihihi...

iloen mengatakan...

coba itung-itung lagi, beli pesawat sama sewa pesawat.kalo sewa kan bayar sesuai pemakaian. kalo beli kan ada banyak biayanya. mulai dari perawatan, kru, suku cadang,belom pajaknya. trus di gunakannya kan gak sering2 banget. kalo beli pake uang sendiri sih gak apa2. mendingan duitnya buat perbaikin sekolah2 yang mau pada ambruk....

dafara mengatakan...

Beli aja deh!!! biaya perawatan dll itu mah gampang? kalo lagi dipake disewain aja biar balik modal!
eh nanti kita semua patungan sewa rame-rame! gimana? lumayan bisa incip-incip jadi presiden kali!

Rian mengatakan...

saya sependapat dg bapak...
saat ini belum tepat, menurut saya "untuk menghambur-hamburkan uang" saja. Dalam 100 hari kerja, permslahan didalam negeri masih carut marut terutama Penegakan HUKUM. Untuk apa pulang pergi ke luar negeri tp urusan dalam negeri BOBROK !

liza mengatakan...

mas ari, lama tak berkunjung ke blogmu
wah makin mantap saja postingannya
keren

codet mengatakan...

Saya tidak tahu harga pesawat dan berapa biaya yang habis untuk sewa pesawat demi mendukung aktivitas kepresidenan. Namun, kalau berdasarkan pengalaman pribadi, punya motor sendiri lebih hemat daripada tiap hari naik ojek, juga lebih efektif karena jadwalnya bisa diatur sendiri, tak tergantung penyedia layanan. Kalau memang memiliki pesawat khusus untuk kepresidenan lebih efektif kenapa tidak? Saya melihat argumen DPR sudah masuk akal, melihat efeknya secara jangka panjang.

Tentang teleconference, itu memang akan meringkas jarak, efektif. Tapi ada satu elemen yang 'pudar' pada teleconference yaitu, emosi, empati, simpati, dll yang berhubungan dengan hati. Bertatap wajah secara langsung dengan ber-tele-conference beda emosionalnya. Mungkin diseimbangkan saja ya, intensitas antara tele-conference dan tatap wajah.

iba mengatakan...

beli pesawt g usah mahal2 yg penting bsa smpai tujuan n slamat. tapi dng syarat dong! 1. tdk utk wisata kelg presiden.2.tdk utk kampanye pemilu.3 klo berkjng ke daarh2 hrs membawa misi atw pro rakyat 4. ini yg paling PENTING menggunakan pesawat pribadi presiden swtk berkjng kedarh2 presiden tdk boleh mementing dirinya dulu atau PENCITRAAN dirinya. hrs pro pada rakyat slama ini presiden hny mementingkan diri sndri drpd negera n rakyatnya okey!!

alimasarg mengatakan...

pak presiden kurang peka ama rakyat, mana janjimu...!

hamasale mengatakan...

artikel ini sangat mencerahkan..

okama mengatakan...

Taon ini "ruang oval" alias "pentagon" di istana merdeka,kelaar,taon dpn beli pesawat kepresidenan , taon dpn nya lagi beli mobil kepresidenan kaya pny Obama,selanjtnya,... jadi deh RIS (Republik Indonesia Serikat)

tatowillem mengatakan...

Setuju...tapi pesawatnya harus buatan Indonesia, Kemana tuh pesawat Gatutkoco yang diproduksi PT. Nurtanio ??? Sayang sekali kok dibangkrutkan ya...

Jaink mengatakan...

Apapun alasannya...ingat dong itu yang di pke duit rakyat, mendingan duitnya buat mengentaskan kemiskinan, tuh di kolong jembatan orang miski pd tidur di situ...ga punya rumah....g mana sich...

gusthy mengatakan...

negara ini terlalu banyak kontroversi...
sibuk menyelesaikan kontroversi dibanding membangun negaranya..
lebih enak ngeblog !!!

fikrie mengatakan...

mantap sudah :) setelah mentri di kasih mobil, presiden harus pesawat dong?! kalau gaji yah naik sama2 biar mentrinya sejahera.. kalau uang neara kita kurang toh tinggal naikin tarif dasar listrik dan jual hasil bumi indonesia wong negara kita kaya kok?!
kalu rakyat menjerit? tinggal melas2 nangis acting sprti di sinetron pasti rakyat mengerti
ckckckck

miswar mengatakan...

takut saya koment berat2 hahahah ntar dikira penghinaan lagi trus dipanggil ma pak polisi... ^_^

tapi begitulah negara ini semua kacau balau

dari sekolah - kampus - pemerintahan semua kacauuuu... gag ada yang beres....!!! KORUPSI, SUAP MENYUAP adalah Hal yang lumrah, coba tanyakan kepada pegawai negeri dan suruh ia menjawab dengan hati nurani maka dia akan berkata... sesuatu yang mengecewakan kecuali dia adalah penikmat hal-hal mengecewakan itu.. dan semua orang pun tahu tapi membiarkan begitu saja. itupun klo ada yang berani untuk berkomentar (tak tahu jadinya apa masih seperti dulu masih maen tembak "ada penembak misterius" atau dijemput paksa dan hilang tanpa jejak...!!!

salam kenal mas.....!!! dari sulawesi selatan

indana atfaini mengatakan...

jika pakai uang pribadi untuk membelinya ok , kalau pakai uang rakyat ... yaa dipertimbangkan dululah .. seperti pendapat yang lain .. masih banyak rakyat yang membutuhkan bantuan .. rakyat berhemat kok pejabat malah foya foya ...

Jumpa lagi mas Ari ..

jbhjsx mengatakan...

presiden tidak peduli nasib rakyat yang skr lagi menderita

Rudy Leka mengatakan...

kl itu untuk penghematan apbn napa harus repot ,.. sudah saatnya indonesia py pesawat kepresidenan demi menunjang tugas kenegaraan/pemerinatah yang dilakukan oleh presiden maupun para menteri . tanks

syMB4h3 cool mengatakan...

Setuju aj...asal digunakan sebagaumana mestinya..
bukan sekedar buat jalan2 di dalam atau ke luar negeri.
daripada uangnya untuk sewa pesawat...

Ahmadinejad mengatakan...

dasar.....kayak saya dunk...hemat lebih mikirin rakyat daripada ente sendiri.....goblok

Kiki mengatakan...

Wah itu kaya belum ada yg publish in ke tv kaya nya ya mas

pemimpinku buta budek mengatakan...

sby tuh budek n buta sama keadaan rakyatnya...tp dia tak buta n budek sama luar negri makanya dia ngiri liat kemewahan di sana

sukmo pinuji mengatakan...

kebetulan kemarin saya baru saja menginap di tempat teman lama, rumahnya tepat di bawah pagersuru (kalo gak salah nama desanya kambang sari). karena saya penasaran dengan kisah pagersuru yang diceritakan temen saya, saya browsing internet untuk cari tau, eh malah nyasar ke blog ini. gimana kabar geng "cah ndeso" sekarang? kayaknya menarik ... hehehe

rental mobil mengatakan...

wah kasihan sekali ya...

myun mengatakan...

terima kasih postingannya ya..
salam kenal...
kunjungi juga blog saya fakultas teknik unand

cucuhermaone mengatakan...

Mantaps,,, Hidup Indonesia

Diskusi Internet Sehat yuk
http://cucuhermaone.blogdetik.com/umum/membangun-peradaban-indonesia-dengan-internet-sehat/

galinks mengatakan...

nanti kalau kita masuk neraka maka kita akan bertemu dengan orang2 penting itu dan kita bisa minta tanda tangannya, karena kalau minta tanda tangan sekarang kayaknya susah.

zhi Eng mengatakan...

Mudah2an para pejabat negara bisa terbuka hatinya...
Dengan gaya sombongnya mereka berkuasa...
Tp yang keluar pake uang negara alias uang rakyat...:(

FAnabis mengatakan...

Tidak ada kata yang pantas untuk seorang yang kenyang adalah "Berbagilah",silakan komentar balik jika berkenan.

putra batavia mengatakan...

Dewan bajingan!..rakyat pasti mendukung sekali kalo tulisan/artikel kaya gini ditempel didepan pintu kantor masing" anggota dewan itu..mereka bisa baca ga ya??..Lam kenal.

blackcoffee mengatakan...

saya termasuk orang yang setiiiiiaaaaa banget sama negara ini, gaji potong pajak, dapet hadiah potong pajak, beli barang potong pajak, makan dimana aja potogn pajak.... setiap sudut negara mengintai....tapi tak apalah untuk negara tercinta ini...

tapi kalau sudah SDM-nya berulah dan banyak tingkah..... kadang2 nurani nuntut untuk putus hubungan dengan pajak...masih mending bayar zakat saja...


posting jempol gan...

pujianto mengatakan...

hanya satu kata....pemerintah kita..TULI, BUTA, DAN SEORANG KANIBAL....yang hanya bisa memangsa yang lemah

ngatonowaras mengatakan...

Mereka bisa "sakti mandraguna" krna dapat mandat dri rakyat klau rakyat meminta kembali mandatnya sinralah kesaktian mereka. masalanya rakyat yg menderita tidak pernah minta kembali, percaya dgn janji2 pemegan mandat lalu diingkari lagi tiap 5 tahu berulang2, bagai andah yg pedih atas penderitaan selain melakukan BERBGI juga memberi penyuluhan pd hari kedaulatan rakyat yangan sembarangan memberi mandat pilihlah yh tepat jangan mau ditipu lagi.

qoniefaundra mengatakan...

dongeng tentang uang masih menang di negeri ini..

canoconan mengatakan...

berat banget ya perjuangan kita sebagai rakyat..

WAHYUDIN mengatakan...

AYOLAH QT BIKIN GERKAN UNTUK REVOLUSI DARI KETIDAK ADILAN DSBNYA,

JONGOZ mengatakan...

yg dibrantas baru daunnya, ranting, pohon dan akar msh berdiri tegak.

XAMthone plus mengatakan...

mungkin di tahun mendarang indonesia akan jadi ETHIOPIA :(

jeffry mengatakan...

wahai umat manusia bertobatlah, kekayaan di dunia adalah semata wayang, jikalau engkau dapat membantu sedikit kepada kaum yang kekurangan, maka engkau akan mendapatkan hidup yang kekal di alam baka.

yussi mengatakan...

Seharusnya para wakil rakyat ituuu,,,ga perlu kursus kepribadian ke luar negeri,
ngabis-ngabisin uang negara aja deehhhh......
kepribadian tu ada di hati nurani anda masing - masing.
semoga anda semua sadar akan hal itu,n hidayah akan segera datang untuk menyadarkan hati anda semua.
q gemes banget liat bapak2 semua,
hhhh,,,,pengen tak cubiti satu satu.

putri salam mengatakan...

klo hanya untuk menteri saja mungkin kita masih kaya dann mampu,,, tapi permasalahannya adalah, klo menteri sudah menerima fasilitas seperti itu, biasanya nanti para anggotadewan yg terhormat akan ngiri

Indonesiana mengatakan...

Pementasan kemiskinan tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah. Rakyat juga ikut bertangungjawab terhadap lngkungan sekitarnya. Boleh kita bangga sudah bayar pajak akan tetapi sudahkan kira rakyat pembayar pajak ini sudah taat pada tataran hukum di negeri ini??. Contoh kecil budaya rakyat indonesia yg secara langsung memboroskan APBN/APBD negeri ini : sudahkan buang sampah pd tempatnya, tidak melanggar peraturan lalulintas, tidak parkir sembarangan, tidak berjualan di bahu jalan, tidak melanggar busway, bagi muslim sudahkan bayar zakat mal, tidak nyogok saat untuk jadi PNS/POLRI/TNI,tidak merokok di tempat umum,para pelajar dan mahasiswa belajar kers tidak hanya nongkrong di kafe, tidak pake narkoba,pakai produk dalam negeri,dlll yg menjadi biasa dilakukan rakyat indonesia. Kalau kita sudah menjadi warha indonesi yang baik, yang taat bayar pajak, taat hukum, optimis, nasionalis, boleh kita berteriak semua nkesalahan ada pada pejabat negara. Kalau tidak....... lebih baik diam berkarya dan berdoa.

HDS mengatakan...

Menjadi Seorang Menteri, tentu sebuah cita2 banyak orang di Indonesai. Tidak mudah untuk bisa ditunjuk menjadi seorang menteri. Perlu perjuangan dan kerja keras yang pasti dimulai dari kecil. Yang jelas seorang menteri haruslah seorang yang berprestasi. Prestasi tidak mungkin jatuh dari langit. Berlu belajar keras. Rata2 pejabat kita bukan dari keluarga kaya raya. Mereka jebolan Universitas Ternama yang perlu otak yang encer untuk bisa masuk di sana. Ketika mahasiswa pastilah perpustakaan, ruang seminar, laboratorium adalah tempat nongkrong mereka, bukan di kafe-kafe dan lesehan. Buku2 ilmiah adalah bacaannya. Ketika jadi menteri saya kira wajar mereka mendapatkan penghasilan yang lebih dari jerih payahnya ketika masih muda. Sebagai orang tua tentu kita bangga melihat putra/putrinya yang telah bekerja keras saat masih muda bisa menjadi menteri yang tentunya harus berbeda dengan pejabat dibawahnya. jangan munafif bahwa kita sekolah, kerja keras tentu ingin berpenghasilan yang layak. Tentunya perlu perimbangan antara penghasilan dengan tanggungjawabnya.

tole mengatakan...

Para pemegang kekuasaan negeri yg kita cintai ini kan ngak punya otak ,mentingin diri sendiri dan kluarga makanya negeri ini ngak ada habis habisnya musibah ,duka meninpa rakyat yg ngak berdosa .Wahai para penguasa mari
tobat bersama kalau perlu diruwat satu persatu mumpung
masih di beri kekuasaan nanti klu pulang kampung cuma diri sendiri!!!!!!!!!!

marinki mengatakan...

Gaya hidup pejabat yg penuh kekuasaan dan fasilitas negara dengan gaji yang aduhai. Sisi lain orang juga berusaha dan berharap berhasrat dengan cara masuk partai politik agar bisa jadi pejabat. Berbondonglah orang-orang tanpa bekal dan kualitas ilmu yang pas-pasan masuk partai, termasuk orang yg dulunya cuma penghibur dari dunia seni. Aktris, aktor nafsu banget ingin jadi pejabat. Di pikiran orang-orang seperti itu hanya KEKUASAAN,dan HARTA.
Kalau pemerintahan sudah beralih fungsi, lantas rakyat mana yang akan bisa bertahan? Negara pun tinggal menunggu kehancurannya... Sangat memprihatinkan sistem perpolitikan di Indonesia.

pashalia mengatakan...

Rakyat udh terlanjut kecewa dengan kinerja pejabat, yg klo berkoar2 didepan Tv peduli tapi dibelakang.. ??

suhardi mengatakan...

arie kapan dolan nang pager suru maning
aja kelalen ya.......... ngawa es kelapa muda.......... terus mbakar bodin nang ngone mbah kunting..........

abenk mengatakan...

waw....mantap bos....
salam kenal ya........
check it out.. KUNJUNGI JUGA INI YA
BLOG SAYA

Wong Jogja mengatakan...

Inspiring banget sob,,

pethor mengatakan...

masa kecil euy ku prnh kesana

dui lawyer phoenix az mengatakan...

Good ideas! I like the way you express your idea and the topic you choose. KEep on your sharing! I appreciate it.

Agen XAMthone Plus Batam mengatakan...

semoga orang yang tiudak taat bajak setelah baca ini jadi rajin bayar pajak, makasih banyak atas infonya gan

Diberdayakan oleh Blogger.