Guru Kehidupan

Guru Kehidupan.


Personal BLOG | Aku mungkin belum membaca buku "Guru Kehidupan" ini secara langsung, karena pada kenyataanya buku ini baru akan launching tanggal 20 Januari 2009 di Bogor kalau launching online_nya sich sudah kemaren lewat facebook Guru Kehidupan.


Walaupun belum baca langsung, tapi ketika sudah baca di Facebook kemaren, saya langsung tertarik dan kagum akan banyak pelajaran yang sangat berharga dari beberapa kisah dalam buku tersebut. Terlebih gaya bahasa Sang Matahari Timur si Penulis Buku Kehidupan ini begitu mudah difahami tapi penuh makna pesan dari setiap kata yang di tulisnya.


Dari beberapa kisah yang sudah saya baca di potongan buku ini yang di launching lewat Facebook "GURU KEHIDUPAN" kemaren antara lain sebagai berikut :



Pertama : Abdul Hamid Surya, Veteran, Stasiun Kota


Sekali tidak jujur, hidup tidak akan benar! Pasti dapat masalah terus!
Abdul Hamid Surya, Veteran, Stasiun Kota


Dari apa yang di tulis oleh bang MT mengenai sosok Veteran ini sangatlah jelas dan lugas betapa pesan yang disampaikan oleh Vetaran ini begitu memiliki makna yang sangat dalam dan penuh makna, Betapa saat ini kejujuran di negeri ini memang sangat sulit kita dapatkan di negeri yang katanya Kaya Raya akan kekayaan alamnya ini. Seperti kata-kata beliau "Sekali tidak jujur, hidup tidak akan benar! Pasti dapat masalah terus!



Kedua : Mudrik, Orang Gila, Ciparay-Anyer


Sudah! Diam saja, biarkan saja mereka ngomong! Jangan didengarkan!
- Mudrik, Orang Gila, Ciparay-Anyer -


Sang penulis mencoba mengangkat sebuah pesan yang mungkin jarang pernah kita pikirkan yaitu sang penulis mengajak kita para pembaca untuk mencoba belajar dari orang gila,


Belajar menurut sang penulis pastilah bukan belajar seperti seorang siswa belajar ke seorang gurunya yang bertanya akan ilmu matematika kepada orang gila tersebut. Tapi ada hal yang bisa kita pelajari dari seorang Gila seperti Pak Mudrik ini.


Pelajaran yang sangat sederhana adalah, kita sering kali tidak perduli dengan sesama khususnya orang-orang gila yang sebagai orang "WARAS" harusnya kita peduli terhadap mereka, Namun pada kenyataanya seringkali Justru kita mengusir mereka (orang Gila) saat mereka mungkin ingin menumpang istirahat dirumah kita atau mungkin emminta nasi. Itukah sifat "WARAS" manusia ??


Padahal mereka yang kita anggap "GILA" tidak pernah mengganggu kita, dan FAKTA banyak orang-orang yang mengaku "WARAS" bahkan terhormat, justru sering kita lihat bersikap melebihi orang-orang "GILA" !



Kisah Ketiga : Wanti, Penjaja Jamu, Merak Banten


Dari pada saya pulang setiap bulan, mendingan uangnya saja yang dikirim ke kampung.


Aku baru tahu kalau sang penulis ternyata suka juga minum Jamu dari kisah yang dituliskan oleh beliau sang Penulis melalui kisah Ibu Wanti si Penjual jamu Gendong ini.
Sang penulis ingin menggambarkan betapa perjuangan seorang Ibu rumah tangga yang berjuang mencari nafkah untuk keluarga yang jauh di kampung, ini sebuah realita yang ada di negeri ini dan mungkin masih banyak Ibu-ibu rumah tangga yang jauh lebih buruk dibandingkan dengan Ibu Wanti ini,


Namun Ibu Wanti memberi contoh kepada kita tentang sebuah kata semangatlah yang membuat Ibu Wanti rela berjuang mencari nafkah walau jauh dari keluarga di kampung.


Dari kehidupan Ibu Wanti ini ada juga kisah yang menarik yang ditulis oleh sang penulis yaitu saat bagaimana Ibu Wanti yang sangat jarang pulang ini mengirimkan uang hasil kerja kerasnya untuk diberikan ke anaknya yang masih SMP.


Suaminya yang hanya bekerja sebagai petani yaitu dengan cara menitipkan uang tersebut kepada tetangganya yang kadang pulang kampung.


"KEPERCAYAAN" itulah kepribadian dari seorang Ibu Wanti yang secara turun temurun dan bertahun-tahun kepercayaan mereka bangun sesama tetangga. dimana saat ini banyak orang diberikan amanah atau titipan tapi justru dimakan sendiri atau istilah kerenya "KORUPSI" dan dalam kisah Ibu Wanti inoi, korupsi itu tidak pernah mereka lakukan.


Sebenarnya masih banyak kisah lain, tapi kalau saya tulis disini semua, nanti jadi E-Book dongs :D


Buku ini menurutku memang sangat bermanfaat dan banyak sekali pesan moral didalamnya, bagaimana kita bisa belajar dari siapapun yang kita temui dan kita kenal, bahkan dari seorang "GILA" sekalipun.


Dan lebih penting dari itu adalah, bagaimana setelah kita mendapatkan banyak pelajaran dari kisah orang-orang yang mkemang pantas kita teladani adalah dengan cara mengikuti sikap dan perbuatan Positif mereka untuk merubah diri kita untuk jauh lebih baik lagi dan bermanfaat untuk orang banyak.


Buat kawan-kawan yang ingin baca potongan buku tersebut bisa bergabung lewat Face book "GURU KEHIDUPAN" DISINI


SELAMAT BUAT MATAHARI TIMUR ....


AKU MENEMUKAN GURU-GURU KEHIDUPAN DALAM BUKU INI ... :)

146 komentar

tarto mengatakan...

wah ceritanya itu mungkin saking keteledoran sang kakek cos gak segera di bawa ke rumah sakit, hem....

kalau gaib ya begitu lah

Nita Kurnia mengatakan...

Keliatanya sudah sulit dapatkan pemuda yg peduli terhadap desanya seperti mas Ari ...

Semoga saja banyak yang mendapat Inspirasi dari cerita ini, termasuk aku ...

makasih yach atas cerita dan pesan moralnya ...

Cholis mengatakan...

wah ne bagus sekali, secara tidak
langsung mengajarkan kepada
anak2 to mencintai alam sekitarya.
to jg sebagai sarana pendidikan
baik formal or non formal.
dengan demikian pola pendidikan
kita harus di ubah, jangan hanya
mencetak anak to harus menjadi ini,
harus dalam pendidikn formal, anak
diberikan kebabasan dalam arti
diarahkan yg benar....

cholis mengatakan...

boleh jg ri???

indah mengatakan...

teruskan programnya?
biar anak bangsa menjadi pintar dan mempunyai pola pikir lebih maju menyongsong masa depan:]

nisrina191108 mengatakan...

salut pengorbanannya
mudah-mudahan ada balasannya ya....
ikutin juga ceritaku di :

http://nisrina.blogdetik.com/

dasir mengatakan...

Wah piknik euy, dah lama nih g piknik. Jadi pingin mas ari.

nakrook mengatakan...

lain kali wisata ke lombok aja mas.. hhaha

sunarno mengatakan...

foto-fotonya bagus banget

Desri Susilawani mengatakan...

terharu nih...inget waktu masih single dulu, ngasuh anak2 di TPA dan jalan2 kayak gitu...seru!

rumahkayu mengatakan...

salut dengan semangatnya ari... andai saja banyak orang bersedia turun tangan seperti ini dan memberikan pendidikan dan pencerahan pada anak- anak, tentu akan ada banyak kemajuan di sekitar kita...

dan, pemandangannya indah sekali ya, di atas sana...


d.~

HumorBendol mengatakan...

Wih...ngeri banget bang??
antara percaya dan tidak. Ternyata hal-2 seperti itu memang ada ya bang....dan anak paman abang jadi korbannya. Apalagi dia mengotorinya juga gak sengaja.
duh...senengnya rame-2 gitu
Makasih bang...

Miftahur mengatakan...

Ceritanya Back to Nature yach... :)

sakurata mengatakan...

Seru ! Jadi berkhayal, kapan ya si Kecil bisa diajak berpetualang.. !

vitriya mengatakan...

wahh .. makin siiipp aja ..

dini mengatakan...

Loh,,,
ko jadi nyasar!!!
tadinya mu nyari tempat bwt wisata,,,eh malah ke'blog:]
tapi setelah baca jadi seru juga ya kayaknya berwisata sambil bermain di alam terbuka!!!
tapi d'palembang ada gak ya yang seindah di jawa???
ja di terinspirasi!!!

dasir mengatakan...

Ini kontes ya ri?

jilena mengatakan...

jadi pengen ke sana.. :)

Makin Salut sama kamu, Ar!

warm mengatakan...

ahh, lokasinya keren abis mas !!
ntar kapan2 pengen maen ksana ah

tina mengatakan...

tidak mudah memberikan pelajaran pada anak2!!!
apalagi di ruangan yang tertutup, membuat anak bosan.
ternyata, mas ari punya konsep yang berbeda!
HEBAT?
Selamet ya?
mudah2an semua orang mengikuti jejak mas ari.

Bejo mengatakan...

Menarik. Inspiratif. Pembelajaran yang mirip dengan yang pernah di filmkan, Laskar Pelangi misalnya. Namun sedikit bedanya adalah Ari menggunankan alat modern, sedangkan dalam Film laskar pelangi murni dengan alam.

Semangat Mas Ari, Saya mendukungmu untuk hal-hal semacam ini.

aziza mengatakan...

patut dijadikan contoh ne... untung pas narsis didepan makam "si penunggu makam" g ikutan mejeng y hehehe :)

aziza mengatakan...

mas ari...gimana crnya kasih deskripsi dibawah image y..sy rodo mumet ne

sepriyadi mengatakan...

HEBAT!!!
Seru cara belajarnya. tapi kalau kehujanan gimana?
Oy, kalau bisa saya kasih saran: "bikin proposal" siapa tahu bisa memberikan lebih pada anak2 perpustakaan cah n deso!!!

ya itu saran az:]
Kemudian,kok ada "COET & MUTU" ???
PADA NG'RUJAK ya?
Nyam,,,Nyam,,,!!!

andi mengatakan...

setelah membaca dengan seksama,,,beruntunglah anak-anak yang menjadi anggota perpustakaan Cah_Ndeso.
Hm,,,bisa belajar di ruangan yang terbuka, sambil berwisata, tidak akan merasa bosan apabila sambil bermain/melihat alam sekitar!!!

jadi dapat inspirasi.

zulhaq mengatakan...

luar biasa!!!!
salut atas perjuangan dan usahanya untuk memajukan mereka :)

semoga tetep semangat, dan gak hanya berhenti sampai disini amien...

pia mengatakan...

yg serem'' sekarang uda lewat!!
Yang penting pan kita niat baek aja, right?

Btw lokasinya keren yha, lama nggak naik naik kepuncak gunung gitu, kangennnn, apalagi kalo rame'' begitu

Sukses selalu deh buat mas ari

coolk45 mengatakan...

Asyik tu sob... bergaul dengan anak2 menyenangkan sekali
seakan mau mengulang dunia anak2

Pinky mengatakan...

wisata,cari ilmu dan mengenal alam
mmm....nice pic lagi

tetep semangat ya mas ^_^

rizkysutji mengatakan...

sebaik-baiknya ilmu adalah ilmu yang bermanfaat bagi sesama..
Semoga ini menjadi inspirasi bagi saya dan teman-teman yang lain :)

Pencarian mengatakan...

wah asyiknya kebersamaanmu, aku bangga padamu bisa berbagi dengan anak-anak, merintis perpustakaan sambil ngajarin mereka, Sayangnya di rumahku cuman banyak buku-buku untuk orang dewasa aja, kalau punya buat anak-anak tak kirimin lewat tiki :smile:

tisafitrira mengatakan...

wah... hebat mas ari...
bisa jalan2 plus berbagi ilmu dan pengalaman bareng anak kecil sebanyak itu, gag kerepotan mas, butuh relawan tambahan kah ^^?
semoga bisa trus konsisten dalam mengembangkan perpustakaan dan pendidikan internet dan komputer gratis utuk anak2

mebelanda mengatakan...

anak2 di gunung tahu internet juga ya.

narno mengatakan...

perpaduan acara yang mengasyikkan

beruangqutub mengatakan...

idenya bagus sekali, mencoba berbuat untuk sesama, berbagi pengetahuan.

thx atas tambahan inspirasinya...

Bahrun Ali Murtopo mengatakan...

wah mantap bung kalo gerakan ini bisa terus di kembangan sampe tingkatan daerah. apa lagi kembali kekapung asal lahir .asik bung.....kapan kembali kedaerah.buat program itu he he kebumen

Bahrun Ali Murtopo mengatakan...

kapan bung kami ajari ngeblog dong he he

delonelybie mengatakan...

i...waw.... :mrgreen:
mantap banget nie postingannya...
ntar saya berkunjung ke sana...
jadi pemandu wisata saya ya... ^^

zaenal8 mengatakan...

wah seneng ya.. bisa bikin acara spt. itu,,, saya baru tahu kalo mas ari ini bikin bimbel gratis.. iya saya juga bikin di kampung saya tapi sekarang dah pada selesai dan sekarang lg nganggur... :-)

sebenarnya masih banyak anak-2 kampung saya yang belum kebagian jatah belajar tapi mak saya minta jatah uang listrik 20.000 per anak jadinya banyak yang nggak jadi belajar padahal saya lg semangat ngajar.

achoey mengatakan...

lama gak apdet ya?
:)

Ikutan Ngeblog mengatakan...

hmmm.... pasti seru tuh..
tapi tuh aku baca tulisannya kok banyak yang ketutup ya? kepotong...

ajeng mengatakan...

Subhanallah.. Semoga Allah senantiasa melimpahkan ridho dan rahmad-Nya untuk kegiatan mulia ini
Salam,terima kasih sudah mempir ke blog saya..

Game Logika Online Menantang mengatakan...

aku juga orang desa kokk. . . .. .

perjalanan yang menyenanglkan. . .:D

Sazka mengatakan...

wah wah rame bgt nih ...

udh lama yg gk nge blog . contest paan nih ? blh tau ? :mrgreen:

Sazka mengatakan...

wa tulisannya kakak meng-inspiratif bgt ya :D


mengajarkan anak2 utk ramah dgn alam! tp kok cerita ttg anak pamam kak ryu serem ya :( jd takuut

tp udh bagus kok ! good luck ya ;)

peter lau mengatakan...

hi, salam kenalmari kita terus menjaga alam ini

Cloud mengatakan...

wah keren pemandangannya.. jadi inget rumah..

paijos mengatakan...

andaikan disetiap tempat ada orang seperti mas Ari. Insya allah Indonesia maju dan sejahtera. tetep semangat dan selalu dalam lindunganNya. Amin.

Marita mengatakan...

wah mulia sekali paman q ini . .
inspiratif . . . .
andai aja orang seperti mas ari ini ga cuma 1 . .
pasti negara ini udah maju lebih baik

Aisha mengatakan...

Wah,sangat sulit sekali ngakses web ini bro.Aborted melulu.Kenapa ya?

Tina mengatakan...

lag cari tempat liburan sama mbah google malah dianter kesini :D

Itu tempatnya kayak amsih alami banget yach,,,,
Seandainya wisata liburanku kali ini bisa seperti kisah penulis ini ....

Makasih yach atas cerita inspirasinya ...

Blackcoffee mengatakan...

Cerita yang menarik mas... Top bgt...

Alfaro Lamablawa mengatakan...

ck ck ck saya perlu belajar dari Paman...
great...
selamat tahun baru 2010
willingness to do more!!

cow431 mengatakan...

selamat tahun baru OM

andika mengatakan...

salam kenal aja deh hehehe
eh,,, ada post baru tuh dirunah ane

Erfano Nalakiano mengatakan...

Met Tahun baru......
*menyambung yang kemarin di FB, salut mas...kadang kekurangan kita sewaktu kecil membuat kita ingin menjadi lebih baik lagi. Saya juga anak kampung, ketidakenakan diajarkan seorang guru dan kebaikan diajar seorang guru membuat saya bercita2 ingin menjadi guru yang menginspirasi.....
Mas bisa.....!!! Kita bisa menaklukkan dunia ini dengan karya2 kita! Meski kecil dirasa........

Anonymous mengatakan...

Terima kasih atas postingannya,
menyadarkan kembali betapa rasa senasib bangsa telah tiada.

Selamat tahun baru.

Salam

jumialely mengatakan...

Tragis ya mas ari. Waktu saya mengikuti berita tentang pemberian mobil baru seharga 1.3 M di televisi, tragis sekali. Emang mobil lama tidak cukup bagus untuk mereka. MEreka santai-santai nonton televisi di mobil, sehingga lupa melihat anak-anak dipingiran jalan.

tragis
saya kecewa
padahal mereka memakan pajak penghasilan yang harus saya bayarkan tiap bulan.

dasar para menteri penghianat rakyat kecil. memikirkan diri sendiri karena tidak pernah meraskan lapar dan hidup susah

kidungjingga mengatakan...

miris mas melihat gambar diatas....

muamdisini mengatakan...

uh..no comment mas...
mungkin sekarang untuk menjadi anggota perwakilan rakyat harus ditambahkan satu syarat lagi:
"tidak punya rasa malu..."

sunflo mengatakan...

aq sendiri sih males baca brita yg kek gini, bikin gregetan ajah, mending ngeblog ajah n curhat... sambil berharap, semoga indo lebih baik lagi ke depan, pada nyadar buat memperbaiki diri gtu..

wi3nd mengatakan...

Ya TuhaN..
foto foto anak ne9eri ituh..

miris dan ironis sekali meman9 ne9eri ini den9an pemerintahannya.. :(

Yudishtira mengatakan...

Nurani yang seharusnya bicara mas.. itu saja.

Yudishtira mengatakan...

Sudah seharusnya mereka bertindak dan bekerja atas dasar hati nurani, makasih

bakulrujak mengatakan...

weits.. dapat quote dari orang gila?
keren amaaat... :D

tsefull mengatakan...

memang kadang kita tidak sadar bahwa di sekitar kita banyak guru kehidupan yang pantas di teladani

blingbling mengatakan...

pagi mas ari..
sekrang ga lagi di not easy. passwordnya lupa :D

akhirnya balik ke dunia blog dan insyaAllah akan eksis dengan nama ini hehehhe.

*anti zona nyaman, maka itu aku ga mau lagi nerusin easy*

matanaga mengatakan...

asyik ulasannya mas?
selain belajar dari 'guru kehidupan' bisa juga kita belajar dari 'guru alam'
20 januari 2009 apa 2010 nich mas??

aziza mengatakan...

hehehe..disekeliling kita memang bnyk "guru tak bertitel" yg mampu memberikan inspirasi bagi qt tuk menjadi manusia yg lebih bijak ya :)

onesri mengatakan...

menarik....!!!!
:D

Lamunadi mengatakan...

Guru kehidupan ada disekitar kita, semua berpulang kepada kita, apakah suka belajar dari situ atau menganggap semua itu tak penting karena kita memang tidak pernah memikirkannya dan mampu mengambil hikmah atau pelajaran darinya.

Salam. 8-)

supriatno mengatakan...

penuh hikmah dan bermakna !

Penyu mengatakan...

Jadi iget film tentang Akeelah and The Bee kira-kira punya pesan yang sama

Makna Hidup mengatakan...

Met siang Mas Ari,
Terima kasih infonya, semua hal bisa jadi guru selama kita bisa menyikapi dan memaknai setiap isyarat itu.
Semoga kita mampu meneladani orang-orang yang memang pantas diteladani.
Salam,

Anonymous mengatakan...

wah jadi pengi nyari bukunya ni... tq bos ari atas informasi berharganya.... :smile:

anny mengatakan...

Wah wah kereeennnnn...... pingin baca uyyy :D

mellbondz mengatakan...

nambah lagi daftar belajaan buku :D

MT mengatakan...

ulasan yang cerdas dan jenial! terima kasih bro!

pasang iklan tanpa daftar mengatakan...

semua yang ada dimuka bumi ini adalah guru kita

rudie mengatakan...

jadikanlah bumi beserta isinya menjadi guru

awwliea mengatakan...

guru itu pahlawan tanpa blz jasa....
jdy hormatilah guru qtha...
wlaupun guru qtha kdang nyebeliiiinnnnnnnnn bgetzzz...
tpy qtha hruz menghormati mrk !!!:)

chie_raini mengatakan...

waduh....kebetulan,,bgt,,,jadi pingin baca tuch....
makasih ya????
Iya Kita maknai hidup lebih indah lagi.....
mudah2an amin....

cow mengatakan...

baca previuw nya saja sudah bagus apalagi ntar baca bukunya
ok deh nunggu bukunya di rilis

Anonymous mengatakan...

thanks ari udah dibroadcast di sini

melly mengatakan...

ulasannya ringan tapi dalam :)
btw kapan launching bukunya yah? pgn dtg :D

asmarie mengatakan...

mantabb
hahahaha

afridiani mengatakan...

Seorang guru pengganti orang tua dirumah,dia banyak memberi pelajaran yg orang tua tdk bisa.

Anonymous mengatakan...

Satu lagi dblogger yang punya banyak buku...
Kapan nih yang punya blog aribicara menyusul :P
Ditunggu.

bintangtimur mengatakan...

Yang diatas komentar saya tuuuh, hehehe, lupa ngasih nama dan alamat, eh, terlanjur di submit comment... :P

densky mengatakan...

good lesson..

$50 for everyone

tonosaur mengatakan...

hmm.. hmm..

Pencarian mengatakan...

Terharu kepada membaca tiap tutur Guru kehidupan

Pencarian mengatakan...

hohoho rupanya ada link ku disini, tapi aku belum masukan linkmu segera...segera, sekarang biar gak lupa, nenek -nenek emang rese hihihi

quinie mengatakan...

ow ow ow...review untuk ikutan ultah pertama blogdetik ya?
mudah2an menang ya...

btw, quinie punya blogdetik jugaaaa ^^. Iyeyyy...!
dan kayanya saya mulai betah disini :)
sorry baru mampir, duh koneksinya dodol banget sih untuk bw :((

sunflo mengatakan...

kapan giliran ari bikin buku?? :)
ditunggu nie.. semoga ari bisa menuangkan ide2 pemikirannya dalam sebuah buku, seperti mereka...

fandhie mengatakan...

tar klo dah beli pinjem yahh :P

raidy mengatakan...

cukup menarik, segala sesuatunya tentu ada hikmahnya, baca buku penting utk menambah wawasan, good luck

papadanmama mengatakan...

uraiannya mantapzz rie
jd pengen baca bukunya :)

zee mengatakan...

Mendapatkan pesan moral memang bisa didapat darimana saja. Banyak bergaul dgn segala macam manusia menambah ilmu kehidupan :)

vany mengatakan...

resensinya manatap, mas....
pinjem bukunya dong :D

wi3nd mengatakan...

ternyata tanpa disadari ada banyak 9uru kehidupan disekitar kita yah..?

1121 mengatakan...

aku dah liat buku ini di Gramedia. Tapi belum ada duit hehehe

mala mengatakan...

ditunggu bukunya, mas.. :P

wahyu mengatakan...

di yogya daerah mana ini ya pak?

bling bling mengatakan...

@Fandhie ; beli woiiii.... :mrgreen:

achoey mengatakan...

MT emang guru kehidupan

an9el mengatakan...

jadi semangat pngn baca nih rie..padahal aku seorang *tukang tidur* kalo baca. apalagi novel2 tebel. kyknya perlu dirubah nih malesnya :D

idana mengatakan...

@fandhie : pinjem.....beliiiiii :D

berguru memang bisa dari mana saja,
bang mt aku dah pesen sama ibu marketing nya :P

gusthy mengatakan...

mau beli bukunya tap sayang lagi bokek hiks2...
tapi mas Ari sudah review... lumayan menutupi keingitahuan ttg isi bukunya..
makasih

julie mengatakan...

perasaan aku udah komen di sini ri koq ga ada ya

Kiki mengatakan...

Wah itu kaya belum ada yg publish in ke tv kaya nya ya mas

ERR mengatakan...

Innalillahiwainnarojiun.
Doa rakyak miskin dan menderita kemiskinan, ALLAH pasti mendengar.Amin.

Rani mengatakan...

Berlomba mencari kekayaan dan mengenyangkan perut sendiri. Nanti juga muntah.
Kasihan rakyat dan anak bangsa.

sukmo pinuji mengatakan...

kebetulan kemarin saya baru saja menginap di tempat teman lama, rumahnya tepat di bawah pagersuru (kalo gak salah nama desanya kambang sari). karena saya penasaran dengan kisah pagersuru yang diceritakan temen saya, saya browsing internet untuk cari tau, eh malah nyasar ke blog ini. gimana kabar geng "cah ndeso" sekarang? kayaknya menarik ... hehehe

sewa mobil murah mengatakan...

makasih buat infonya

rental mobil mengatakan...

wah kasihan sekali ya...

rental mobil di surabaya mengatakan...

nice post

myun mengatakan...

terima kasih postingannya ya..
salam kenal...
kunjungi juga blog saya fakultas teknik unand

cucuhermaone mengatakan...

Mantaps,,, Hidup Indonesia

Diskusi Internet Sehat yuk
http://cucuhermaone.blogdetik.com/umum/membangun-peradaban-indonesia-dengan-internet-sehat/

galinks mengatakan...

nanti kalau kita masuk neraka maka kita akan bertemu dengan orang2 penting itu dan kita bisa minta tanda tangannya, karena kalau minta tanda tangan sekarang kayaknya susah.

zhi Eng mengatakan...

Mudah2an para pejabat negara bisa terbuka hatinya...
Dengan gaya sombongnya mereka berkuasa...
Tp yang keluar pake uang negara alias uang rakyat...:(

FAnabis mengatakan...

Tidak ada kata yang pantas untuk seorang yang kenyang adalah "Berbagilah",silakan komentar balik jika berkenan.

putra batavia mengatakan...

Dewan bajingan!..rakyat pasti mendukung sekali kalo tulisan/artikel kaya gini ditempel didepan pintu kantor masing" anggota dewan itu..mereka bisa baca ga ya??..Lam kenal.

blackcoffee mengatakan...

saya termasuk orang yang setiiiiiaaaaa banget sama negara ini, gaji potong pajak, dapet hadiah potong pajak, beli barang potong pajak, makan dimana aja potogn pajak.... setiap sudut negara mengintai....tapi tak apalah untuk negara tercinta ini...

tapi kalau sudah SDM-nya berulah dan banyak tingkah..... kadang2 nurani nuntut untuk putus hubungan dengan pajak...masih mending bayar zakat saja...


posting jempol gan...

pujianto mengatakan...

hanya satu kata....pemerintah kita..TULI, BUTA, DAN SEORANG KANIBAL....yang hanya bisa memangsa yang lemah

ngatonowaras mengatakan...

Mereka bisa "sakti mandraguna" krna dapat mandat dri rakyat klau rakyat meminta kembali mandatnya sinralah kesaktian mereka. masalanya rakyat yg menderita tidak pernah minta kembali, percaya dgn janji2 pemegan mandat lalu diingkari lagi tiap 5 tahu berulang2, bagai andah yg pedih atas penderitaan selain melakukan BERBGI juga memberi penyuluhan pd hari kedaulatan rakyat yangan sembarangan memberi mandat pilihlah yh tepat jangan mau ditipu lagi.

qoniefaundra mengatakan...

dongeng tentang uang masih menang di negeri ini..

canoconan mengatakan...

berat banget ya perjuangan kita sebagai rakyat..

WAHYUDIN mengatakan...

AYOLAH QT BIKIN GERKAN UNTUK REVOLUSI DARI KETIDAK ADILAN DSBNYA,

JONGOZ mengatakan...

yg dibrantas baru daunnya, ranting, pohon dan akar msh berdiri tegak.

XAMthone plus mengatakan...

mungkin di tahun mendarang indonesia akan jadi ETHIOPIA :(

jeffry mengatakan...

wahai umat manusia bertobatlah, kekayaan di dunia adalah semata wayang, jikalau engkau dapat membantu sedikit kepada kaum yang kekurangan, maka engkau akan mendapatkan hidup yang kekal di alam baka.

yussi mengatakan...

Seharusnya para wakil rakyat ituuu,,,ga perlu kursus kepribadian ke luar negeri,
ngabis-ngabisin uang negara aja deehhhh......
kepribadian tu ada di hati nurani anda masing - masing.
semoga anda semua sadar akan hal itu,n hidayah akan segera datang untuk menyadarkan hati anda semua.
q gemes banget liat bapak2 semua,
hhhh,,,,pengen tak cubiti satu satu.

putri salam mengatakan...

klo hanya untuk menteri saja mungkin kita masih kaya dann mampu,,, tapi permasalahannya adalah, klo menteri sudah menerima fasilitas seperti itu, biasanya nanti para anggotadewan yg terhormat akan ngiri

Indonesiana mengatakan...

Pementasan kemiskinan tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah. Rakyat juga ikut bertangungjawab terhadap lngkungan sekitarnya. Boleh kita bangga sudah bayar pajak akan tetapi sudahkan kira rakyat pembayar pajak ini sudah taat pada tataran hukum di negeri ini??. Contoh kecil budaya rakyat indonesia yg secara langsung memboroskan APBN/APBD negeri ini : sudahkan buang sampah pd tempatnya, tidak melanggar peraturan lalulintas, tidak parkir sembarangan, tidak berjualan di bahu jalan, tidak melanggar busway, bagi muslim sudahkan bayar zakat mal, tidak nyogok saat untuk jadi PNS/POLRI/TNI,tidak merokok di tempat umum,para pelajar dan mahasiswa belajar kers tidak hanya nongkrong di kafe, tidak pake narkoba,pakai produk dalam negeri,dlll yg menjadi biasa dilakukan rakyat indonesia. Kalau kita sudah menjadi warha indonesi yang baik, yang taat bayar pajak, taat hukum, optimis, nasionalis, boleh kita berteriak semua nkesalahan ada pada pejabat negara. Kalau tidak....... lebih baik diam berkarya dan berdoa.

HDS mengatakan...

Menjadi Seorang Menteri, tentu sebuah cita2 banyak orang di Indonesai. Tidak mudah untuk bisa ditunjuk menjadi seorang menteri. Perlu perjuangan dan kerja keras yang pasti dimulai dari kecil. Yang jelas seorang menteri haruslah seorang yang berprestasi. Prestasi tidak mungkin jatuh dari langit. Berlu belajar keras. Rata2 pejabat kita bukan dari keluarga kaya raya. Mereka jebolan Universitas Ternama yang perlu otak yang encer untuk bisa masuk di sana. Ketika mahasiswa pastilah perpustakaan, ruang seminar, laboratorium adalah tempat nongkrong mereka, bukan di kafe-kafe dan lesehan. Buku2 ilmiah adalah bacaannya. Ketika jadi menteri saya kira wajar mereka mendapatkan penghasilan yang lebih dari jerih payahnya ketika masih muda. Sebagai orang tua tentu kita bangga melihat putra/putrinya yang telah bekerja keras saat masih muda bisa menjadi menteri yang tentunya harus berbeda dengan pejabat dibawahnya. jangan munafif bahwa kita sekolah, kerja keras tentu ingin berpenghasilan yang layak. Tentunya perlu perimbangan antara penghasilan dengan tanggungjawabnya.

tole mengatakan...

Para pemegang kekuasaan negeri yg kita cintai ini kan ngak punya otak ,mentingin diri sendiri dan kluarga makanya negeri ini ngak ada habis habisnya musibah ,duka meninpa rakyat yg ngak berdosa .Wahai para penguasa mari
tobat bersama kalau perlu diruwat satu persatu mumpung
masih di beri kekuasaan nanti klu pulang kampung cuma diri sendiri!!!!!!!!!!

marinki mengatakan...

Gaya hidup pejabat yg penuh kekuasaan dan fasilitas negara dengan gaji yang aduhai. Sisi lain orang juga berusaha dan berharap berhasrat dengan cara masuk partai politik agar bisa jadi pejabat. Berbondonglah orang-orang tanpa bekal dan kualitas ilmu yang pas-pasan masuk partai, termasuk orang yg dulunya cuma penghibur dari dunia seni. Aktris, aktor nafsu banget ingin jadi pejabat. Di pikiran orang-orang seperti itu hanya KEKUASAAN,dan HARTA.
Kalau pemerintahan sudah beralih fungsi, lantas rakyat mana yang akan bisa bertahan? Negara pun tinggal menunggu kehancurannya... Sangat memprihatinkan sistem perpolitikan di Indonesia.

pashalia mengatakan...

Rakyat udh terlanjut kecewa dengan kinerja pejabat, yg klo berkoar2 didepan Tv peduli tapi dibelakang.. ??

suhardi mengatakan...

arie kapan dolan nang pager suru maning
aja kelalen ya.......... ngawa es kelapa muda.......... terus mbakar bodin nang ngone mbah kunting..........

abenk mengatakan...

waw....mantap bos....
salam kenal ya........
check it out.. KUNJUNGI JUGA INI YA
BLOG SAYA

Wong Jogja mengatakan...

Inspiring banget sob,,

pethor mengatakan...

masa kecil euy ku prnh kesana

sewa mobil mengatakan...

makasih buat infonya

dui lawyer phoenix az mengatakan...

Good ideas! I like the way you express your idea and the topic you choose. KEep on your sharing! I appreciate it.

Agen XAMthone Plus Batam mengatakan...

semoga orang yang tiudak taat bajak setelah baca ini jadi rajin bayar pajak, makasih banyak atas infonya gan

Diberdayakan oleh Blogger.